Lima Regulasi Memperkuat Program Sejuta Rumah

Big Banner

Jakarta- Pemerintah merampungkan lima regulasi yang mencakup tiga peraturan pemerintah (PP) dan dua peraturan presiden (Perpres). Kelima regulasi itu diharapkan mampu mendukung dan mempercepat program pembangunan Sejuta Rumah.

Menurut Direktur Jendral Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus kelima regulasi itu rampung dalam waktu singkat. “Suatu capaian yang luar biasa dan dapat dibanggakan,” kata dia, kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Maurin, ketiga PP tersebut adalah pertama, PP Nomor 55 tahun 2015 tentang Perubahan atas PP Nomor 99 Tahun 2013 mengenai Pengelolaan Aset dan Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan (BPJS). Hal substansial dari PP ini adalah diperbolehkannya BPJS menginvestasikan dananya hingga 30% untuk perumahan. Dalam aturan sebelumnya hanya sebesar 5%.

Kedua, PP Nomor 83 tahun 2015 tentang Perusahaan Umum (Perum) Perumnas. Peran badan usaha milik negara (BUMN) itu diperkuat dengan menyediakan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Lalu, Perumnas diwajibkan melaksanakan tugas pemerintah untuk membangun rumah khusus di Indonesia. “Perumnas juga di berikan tanggungjawab untuk menyediakan bank tanah dan properti manajemen,” kata Maurin.

Terakhir, PP Nomor 81 tahun 2015 tentang Perubahan Atas PP Nomor 12 tahun 2011 tentang Pemberian Subsidi Rumah Susun. Terkait hal ini, kata dia, kedepan pemerintah mendorong masyakat agara mulai tinggal di rusun. “Tujuannya agar lahan lahan produktif pertanian tetap terjaga karena itu kita mendorong masyarakat tinggal di rusun,” kata dia.

Sementara itu, Perpres yang sudah diselesaikan adalah Perpres Nomor 82 tahun 2015 tentang Jaminan BUMN yang mendapatkan tugas pemerintah untuk kegiatan investasi sektor infrastruktur. Kedua, Perpres mengenai penggunaan dana oleh Baddan Layanan Umum (BLU) Pembiayaan Perumahan untuk dipergunakan dalam kredit pemilikan rumah (KPR) berskema subsidi selisih angsuran (SSA).

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com