Tahun 2016 Kemenpupera Langsung Tancap Gas

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpuera) akan langsung tancap gas di tahun 2016. Pelaksanaan proyek akan langsung dikerjakan sejak awal tahun sehingga realisasi dan serapan anggaran diharapkan lebih tinggi dari tahun 2015.

Basuki Hadimuljono

Menpupera Basuki Hadimuljono

“Untuk pelaksanaan proyek tahun anggaran 2016 kami sudah melakukan lelang sejak bulan September sehingga pada Januari 2016 kita sudah bisa langsung kerja,” ujar Menpupera Basuki Hadimuljono, saat memaparkan kinerja Kemenpupera tahun 2015 dan target tahun 2016 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Basuki menjelaskan, anggaran Kemenpupera tahun 2015 sebesar Rp119,8 triliun. Hingga akhir Desember 2015 anggaran yang terserap sebesar 87,2 persen dan pengerjaan fisik mencapai 87,6 persen. Proyek yang dikerjakan mencakup bidang sumber daya air (SDA), Bina Marga, Cipta Karya, dan Perumahan.

Proyek bidang SDA antara lain pembangunan 67 km pengamanan pantai, pembangunan 304,7 km pengendali banjir, 52 pengendali sedimen/lahar, 13 waduk baru (95.745 ha), dan 186.430 ha irigasi. Untuk jalan dan jembatan yang berhasil diselesaikan yaitu 497 km jalan baru dan 705 km jalan perbatasan, 40 km jalan tol, 7.653 m jembatan baru dan 1.239 jembatan perbatasan, 6.616 m penggantian jembatan, dan 2.544 m flyover, underpass, dan perlintasan kereta api.

Selain itu dibangun 4 sistem penyediaan air minum (SPAM) regional, 621 SPAM masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), 229 SPAM kawasan khusus, 120 penyehatan PDAM. Total Kemenpupera telah melakukan penambahan sebanyak 6.952 liter/detik dengan rincian 4.692 liter/detik untuk SPAM perkotaan, 1.449 liter/detik program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), dan 874 liter/detik SPAM kawasan khusus. Penambahan ini meningkatkan layanan 2 persen atau sekitar 5,28 juta jiwa.

Untuk pengembangan sanitasi telah dilakukan di 686 kawasan, pembangunan TPA regional di empat kabupaten/kota, TPA di 69 kabupaten/kota, drainase di 61 kabupaten/kota, dan penerapan konsep reuse, reduce, recycle (3R) di 220 kawasan. Untuk kawasan pemukiman telah ditata sebanyak 560 kawasan kumuh yang mencakup 1.307 ha kawasan pemukiman perkotaan dan sarana prasarana 14 kawasan, 15 kawasan kebun raya, 139 ha kawasan pemukiman nelayan, 6 kawasan kota pusaka, dan 31 kawasan program pengembangan kota hijau (P2KH).

“Untuk program pembangunan sejuta rumah, tahun ini terbangun sebanyak 667.668 unit rumah untuk kalangan MBR dan non MBR. Untuk tahun 2016 bidang perumahan ini kita sudah lakukan lelang dini sebanyak 224 paket pekerjaan atau senilai Rp5,34 triliun,” pungkas Basuki.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me