Perumahan Rakyat Dianggarkan Lebih Rp13 Triliun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sektor perumahan tahun 2016 mendapat anggaran cukup besar. Khusus  untuk rumah rakyat atau hunian bersubsidi alokasinya lebih dari Rp13 triliun untuk program KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), bantuan uang muka, subsidi prasarana, sarana, utilitas (PSU). Anggaran tersebut juga untuk pembangunan rumah susun dan perbaikan rumah swadaya.

Ilustrasi : Pembangunan Rumah Sederhana

Ilustrasi : Pembangunan Rumah Sederhana

Karena dimanfaatkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Syarif Burhanuddin, minta agar anggaran tersebut dikelola secara benar. Ia perlu mengingatkan hal ini karena masih banyak kontraktor yang melakukan lobi untuk meminta proyek sejuta rumah sejak dilakukan lelang dini pada September 2015.

“Saya tegaskan, proyek sejuta rumah ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), siapapun yang kapabel bisa ikut tapi harus mengikuti klasifikasi lelang. Saya juga ingatkan kepada panitia lelang jangan mengarahkan pada perusahaan tertentu tapi harus profesional sehingga hasil kerjanya bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Syarif dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Senin (4/1).

Syarif menegaskan proyek pembangunan sejuta rumah harus bebas dari titipan pihak manapun. Apalagi saat ini masyarakat terus memantau jalannya program. Anggaran besar ini harus digunakan secara hati-hati dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu program pembangunan sejuta rumah saat ini menjadi backbone industri properti nasional. Di tengah melemahnya sektor properti menengah dan menengah atas, program rumah rakyat ini menjadi penyelamat industri properti nasional.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me