Prospek Bisnis Properti 2016 di Mata Pengembang

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Tahun 2016 ini diyakini sebagai momentum tinggal landas buat bisnis properti. (Baca: 2016, Sektor Properti Bangkit)

Beberapa pengembang menghadapinya dengan optimistis dan sejumlah strategi. Bahkan, ada di antaranya berani melansir proyek-proyek baru. 

Tak main-main, proyek baru tersebut berukuran jumbo dengan estimasi invenstasi ratusan miliar hingga triliunan rupiah. (Baca: Sambut Tahun Api, Sinarmas Land Siapkan Proyek Besar)

Sementara pengembang lainnya lebih menerapkan strategi merambah segmen pasar baru menengah ke bawah, dari sebelumnya menggarap pasar menengah atas.

Alasannya, pasar kelas ini tidak terlalu sensitif terhadap isu makro ekonomi. Pasar kelas ini secara fundamental merupakan betul-betul end user atau owner occupier.

www.shutterstock.com Ilustrasi.

Berikut prospek bisnis properti Tahun Monyet Api di mata para pengembang:

Direktur Utama PT Ciputra Surya Tbk, Harun Hajadi

Tahun ini seharusnya lebih baik ketimbang tahun 2015. Pemerintah sudah sejumlah menerbitkan paket kebijakan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan juga properti.

Selain itu, alokasi dana infrastruktur yang ditingkatkan, juga memungkinkan pembangunan fisik untuk konektivitas antar-wilayah dipercepat.

“Masak, pemerintah sudah mengeluarkan segitu banyak paket, gak ada yang mengena,” ujar Harun kepada Kompas.com, Kamis (31/12/2015).

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me