2015, Tahun Berat Bagi Industri Properti

Big Banner

Jakarta – Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho, mengatakan, tahun 2015 merupakan tahun yang cukup berat dalam bisnis properti di Indonesia. Selain melemahnya ekonomi nasional tekanan dari luar masih cukup kuat yang berdampak langsung pada bisnis properti.

“Tahun 2015 merupakan tahun yang berat bagi kami dan bisnis properti. Siklus ini harus dilewati dan memang bisnis properti ada naik turun dan ada yang terkoreksi,” kata dia, di Jakarta, Kamis (7/1)..

Menurut Ervan, melemahnya pasar properti di Indonesia, sudah di luar batas kemampuan dari pengembang, namun hal itu harus diterima dilewati dengan baik. Pelemahan ekonomi tersebut bukan semata karena faktor Indonesia, melainkan juga karena faktor luar negeri.

“Menguatnya dolar AS membuat rupiah melemah dan tentu berimbas kepada sektor properti, jelas Ervan.

Dia menegaskan, Paramount Land sebagai pengembang properti harus mampu melewati dan menyiasati pelemahan pasar properti dengan baik. Salah satu jurus menghadapinya adalah dengan meluncurkan produk-produk properti yang dinginkan oleh konsumen. Contohnya, produk hunian berkonsep Custom Homes, Superpro, dan produk properti inovatif lainnya yang memberikan kebutuhan bagi para pembeli.

“Dari sisi permodalan tentu kami sudah siap dan akan menciptakan produk properti yang sesuai dengan selera dan keinginan konsumen dengan gaya dan desain yang inovatif,” ujarnya.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me