Sarana Transportasi Jadi Magnet Pengembangan Properti Jakarta

Big Banner
Pembangunan MRTPembangunan MRT

Propertinet.com – Keberadaan jaringan transportasi baru di Jakarta menjadi pertanda baik untuk mengembangkan berbagai proyek properti seperti kantor, ritel, dan redisensial.

Sarana transportasi masal seperti mass rapid transport (MRT) menjadi magnet pengembangan properti, khususnya yang berkonsep bangunan terpadu atau mixed use development. Pada daerah yang sudah terbangun, secara otomatis permintaan pasar akan meningkat dan turut menaikkan harga sewa.

Ketika Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan lalu lintas terburuk di dunia pada awal tahun ini oleh Castrol, hal tersebut menurutnya menjadi wajar, karena jutaan komuter yang menghabiskan berjam-jam di jalan-jalan yang setiap hari.

Kemacetan lalu lintas di Jakarta sangat terkenal. Ketika mengemudi di sekitar CBD, jarak sekitar 15 km dapat memakan waktu hingga 2 jam.

           Baca Juga!

 

Jakarta adalah salah satu dari beberapa kota-kota besar masih belum menggunakan sistem kereta api massal yang terpadu. Padahal, kebutuhan transportasi umum yang mampu menampung penumpang dalam jumlah besar cukup tinggi seiring pertambahan populasi. Selain itu, hanya 35% dari penduduk yang bekerja di Ibu Kota Negara yang benar-benar tinggal di dalamnya, sedangkan sekitar 1,4 juta orang hanya menjadi komuter.

Jaringan MRT sedang tahap konstruksi dimana stasiun pertama akan dibuka pada 2018. Koneksi Bandara sendiri direncanakan beroperasi lima tahun ke depan, dapat memotong waktu perjalanan 30 menit dan memungkinkan wisatawan untuk berkunjung ke pusat kota.

Secara terpisah, enam ruas jalan tol baru juga akan dibuka pada 2020 sepanjang 72 km. Manfaat dari perbaikan ini tentunya harus berefek signifikan bagi Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan.Pengembang internasional telah mengambil pemberitahuan.

Sementara itu, laporan Goldman Sachs menyampaikan, seiring laju bertumbuhnya penduduk kota, pengembang akan mengalami kenaikan permintaan perumahan sebanyak tiga kali lipat atau 85.000 unit baru per tahun, dibandingkan dengan pasokan tahunan saat ini sekitar 35.000 unit.

Dengan penduduk perkotaan yang terus tumbuh, adanya sebuah sistem transportasi baru yang terintegrasi tentunya semakin penting dan membantu memperbaiki citra sebagai salah satu kota paling padat di dunia.

propertinet.com