Tahun Depan Bisnis Properti Lebih Bergairah, Ini Alasannya

Big Banner

TEMPO.COJakarta – Pengamat properti Panangian Simanungkalit memprediksi pertumbuhan properti pada 2016 akan lebih bergairah. Hal ini karena imbas pertumbuhan ekonomi yang juga diprediksi meningkat tahun depan. “Pertumbuhan bisnis properti akan meningkat antara 10 dan 12 persen dari  tahun ini,” kata Panangian saat dihubungi Tempo, Jumat, 11 Desember 2015.

Pada 2016, bisnis properti disinyalir naik lantaran pada dua tahun sebelumnya, yaitu 2014 dan 2015, bisnis ini sudah melewati masa istirahatnya. “Jika pada 2016 masih lesu, bisnis ini bisa dikatakan stagnan,” kata Panangian.

Tahun ini, Panangian mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 4,7 persen. Berdasarkan keterangan dari International Monetary Fund (IMF), Bank Indonesia (BI), dan Bank Dunia, disebutkan pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa mencapai 5,2 hingga 5,5 persen. “Jadi diperkirakan ada pertumbuhan ekonomi hingga sepuluh persen,” katanya.

Menurut Panangian, tak hanya peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi gairah bisnis properti juga ditentukan oleh tingkat suku bunga. Untuk itu, pemerintah harus menurunkan suku bunga hingga di bawah tujuh persen. “Kenyataannya, suku bunga belum turun. Namun prediksi saya tahun depan suku bunga pasti turun.” 

Sebetulnya pada Juli lalu, Bank Indonesia telah mengeluarkan kebijakan kelonggaran down payment dan loan to value yang sempat diperketat. Namun efeknya tidak dirasakan masyarakat karena daya beli sudah terlanjur merosot, terutama dalam bisnis properti. “Kebijakannya sudah terlalu terlambat sehingga efeknya akan terlihat pada 2016 saat suku bunga turun, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan daya beli masyarakat naik,” tutur Panangian.

LARISSA HUDA

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me