Indonesia Property Awards 2016, Perang Desain Properti Elite

Big Banner

TEMPO.CO, Jakarta – Penerbit majalah arsitektur dan desain unggulan di Asia, Ensign Media, kembali mengadakan Indonesia Property Awards (IPA) yang mempertemukan para pengembang dan proyek unggulan Nusantara.

“Indonesia akan memiliki tahun baru yang menjanjikan dengan adanya perubahan yang berdampak di sektor properti,” ujar CEO Ensign Media dan Penyelenggara IPA, Terry Blackburn, dalam peluncuran resmi IPA 2016 di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta, Kamis, 26 November 2015.

Blackburn juga mengatakan acara ini menjadi kesempatan untuk mengumpulkan inovasi dan ide baru bagi pengembangan pasar properti Asia.

IPA 2016 merupakan bagian dari penghargaan regional Asia Property Awards yang bertema real-estate, arsitektur, dan desain kelas atas. Acara ini sukses di kali pertamanya, yang berakhir September 2015 lalu.

Kredibilitas penilaian juri untuk perang desain para pengembang ternama di Asia ini sudah dikenal luas. Publik mengakui penilaian yang sportif dan transparansinya.

IPA 2016 akan menyoroti desain terbaik di pasar elite Indonesia secara nasional. Kali ini, fokus pesertanya tak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga kota besar lainnya, seperti Bali, Medan, Surabaya, hingga Bintan.

Pendaftaran IPA 2016 akan dimulai pada 27 November 2015 dan peserta terpilih akan diumumkan pada 8 April 2016. Puncaknya, akan dipilih satu pemenang dalam acara penghargaan bertajuk ‘Black Tie’ yang akan berlangsung Mei 2016.

“Acara ini diadakan juga oleh sejumlah negara Asia lain dan para pemenangnya masih akan diadu lagi di Singapura pada Oktober 2015. Kami akan cari siapa dan desain mana yang jadi best of the best,” ujar Blackburn.

Di IPA 2015, pengembang properti Sinar Mas Land berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi kategori Best Developer sekaligus trofi Best Housing dan Best Detail Developments.

Acara ini berlangsung seiring dengan berbagai diskusi mengenai pembukaan pasar yang mengizinkan para pembeli asing membeli unit kondominium serta pengenalan amnesti pajak nasional untuk menarik kembali investor berdana besar.

YOHANES PASKALIS

properti.tempo.co