Orang Berduit Lirik Apartemen di Luar Negeri, Singapura Favorit

Big Banner

TEMPO.CO, Jakarta – Survei paruh kedua 2015 situs properti terbesar Indonesia, Rumah123.com, menunjukkan sebanyak 32 persen dari total 14.795 responden mulai melirik properti luar negeri untuk investasi.

“Produk asing juga bermain di pasar properti dalam negeri. Jenis investasi yang bisa dilakukan pun beragam,” ujar Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, saat pemaparan hasil survei di Senayan, Jakarta, Selasa, 3 November 2015.

Untung menjelaskan dari pembagian jenis investasinya, 43 persen memilih berinvestasi apartemen, 20 persen berinvestasi rumah, dan 17 persen berinvestasi ruang usaha.

“Investasi ke apartemen lebih banyak karena lebih fleksibel penggunaannya. Bisa disewakan, dijual, ditinggali sementara, dan sebagainya.” tutur Untung.

Soal destinasi investasi luar negeri yang disurvei Rumah123, ada tiga negara utama yang dipilih masyarakat Indonesia. Pertama adalah Singapura yang dipilih kurang lebih 40 persen responden, jauh di atas Australia yang mendapat 17 persen atensi, serta Malaysia 15 persen.

Menurut Untung, Singapura diminati karena jaraknya yang dekat dengan Indonesia dan kelasnya dianggap lebih tinggi dari Malaysia. “Kalau ke Singapura, semua orang berbicara bahasa Inggris jadi terkesan lebih ‘wah’ dibanding Malaysia yang jaraknya juga dekat. Orang Indonesia senang dengan sesuatu yang bersifat ‘wah’ itu,” ujar Untung.

Dalam survei juga ditunjukkan pilihan masyarakat Jakarta dan Bandung mirip dalam berinvestasi properti ke luar negeri. Dari responden Jakarta, sebanyak 41,5 persen memilih berinvestasi ke Singapura, sementara 22,3 persen lebih ingin ke Australia, dan 11,4 persen ke Malaysia.

Dari Bandung, 41,6 persen responden memilih Singapura dan hanya 13 persen yang ingin ke Australia dan Malaysia.

Perbedaan unik ditunjukkan persentase tertinggi responden Surabaya, yaitu sekitar 24,7 persen yang juga memilih berinvestasi di Singapura, sekaligus Malaysia (dengan angka persentase yang sama). Sementara, 16,9 persennya memilih berinvestasi ke bumi belahan barat, yaitu ke Amerika Serikat.

YOHANES PASKALIS

properti.tempo.co