Empat Tips Sebelum Beli Tanah Hunian

Big Banner

Tanah merupakan bentuk investasi yang paling menguntungkan. Itu sebabnya diminati oleh banyak orang. Harga tanah naik dari hari ke hari. Tanah yang Anda beli sekarang harganya akan meningkat dua sampai lima tahun kemudian. Apalagi bila tanah tersebut disulap jadi sebuah hunian yang menarik dan lokasinya strategis.

Tanah kaveling merupakan pilihan favorit masyarakat. Tanah kavling berupa beberapa bidang tanah dalam satu kawasan. Sertifikatnya sengaja dipecah, baik secara per orangan maupun badan usaha yang sah. Tak ada perbedaan membeli tanah kaveling dalam satu kawasan dengan membeli tanah kaveling milik penduduk sekitar. Persyaratan dan ketentuan jual belinya sama. Berikut ini empat tips beli tanah untuk hunian.

1. Cek Sertifikat TanahHal pertama yang harus dilakukan sebelum Anda membeli tanah adalah memeriksa sertifikatnya. Anda perlu tahu apakah sertifikat tanah masih berupa Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Milik (SHM). Jika masih berupa HGB, tanyakan pada pihak developer atau penjual, siapa yang akan menanggung biaya peningkatan hak menjadi SHM. Untuk memastikan keabsahan sertifikat tersebut, gunakan saja jasa PPAT untuk memeriksanya ke BPN ( Badan Pertanahan Nasional). Pemeriksaan keabsahan surat-surat tanah wajib Anda lakukan agar Anda tidak mendapat masalah di kemudian hari.

2. Periksa Kembali Batas-batas Tanah

Sebaiknya Anda ukur ulang tanah dan menyamakannya dengan yang ada di sertifikat. Ada kemungkinan batas tanah yang dijelaskan pihak penjual ternyata berbeda dengan yang tertulis di sertifikat. Sebagai pembeli, Anda harus melihat langsung gambar batas tanah yang ada di sertifikat. Apabila terdapat perbedaan batas tanah antara yang tertulis di sertifikat dengan yang dijelaskan oleh si penjual, tentunya ini adalah sebuah masalah.

3. Cari Tahu Asal-usul Tanah

Menurut feng sui, tanah kaveling bekas kuburan, bekas tempat sampah, atau ibadah, tidak baik untuk dijadikan hunian. Justru bekas kebun atau sawah lebih cocok Anda beli sebagai investasi. Jika area tersebut sudah diratakan, Anda bisa mencari informasi di kelurahan atau kecamatan. Jangan lupa untuk memeriksa akses jalan, karena akan menjadi kebutuhan di manapun tanah kaveling itu akan Anda beli. Pilihlah akses jalan yang dapat dilalui dua jalur mobil.

4. Amati Perkembangan Lingkungan

Sebagai calon pembeli, Anda harus cermat melihat perkembangan lingkungan sekitar. Utamanya kiri-kanan yang akan menjadi tetangga nantinya. Hindari membeli tanah kaveling dekat jalur listrik tegangan tinggi, jalur pipa gas, jalur rel kereta, area bandara, dan tepi sungai. Jika terletak di pinggir jalan, maka pastikan bahwa tanah tersebut tidak masuk dalam rencana pelebaran jalan atau kemungkinan buruk lainnya. Anda juga perlu mengantisipasi penggusuran untuk pembangunan fasilitas umum.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me