Tips Hidroponik di Rumah

Big Banner

Untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga akan vitamin dan mineral, berbagai jenis sayuran dapat kita tanam sendiri dirumah. Namun, karena keterbatasan lahan mungkin kita tak bisa bertanam secara biasa (konvensional). Nah, mengapa tak kitacoba menanam secara hidroponik saja?

Dengan teknologi hidroponik dan tanpa rumah kaca (green house), kita bisa membudidayakan sayuran yang kita inginkan dirumah. Semisal di teras atau di lantai atas yang masih tersisa ruang kosong sedikit.

Melongok sebentar asal kata hidroponik, berasal dari bahasa Yunani, yaitu “hydro” berarti air dan “ponous” berarti kerja. Dari arti tersebut, boleh dibilang bertanam secara hidroponik merupakan teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen.

Kunci sukses bertanam secara hidroponik adalah pemilihan bibit, ramuan nutrisi, dan sarana untuk membudidayakannya.Berbagai jenis sayuran dengan mudah bisa ditanam secara hidroponik. Paralon bisa digunakan sebagai sarananya. Sedangkan nutrisi bisa dibeli di tempat yang biasa menjual bibit tanaman atau hidroponik kit.

Menurut tipsberkebun.com, bertanam hidroponik bisa dilakukan siapa saja karena sangat mudah. Tanaman pun dapat ditempatkandi mana saja, yang penting tidak kehujanan. Kalau kehujanan, larutan nutrisi akan menjadi lebih encer dari yang seharusnya.

Seperti diketahui, tanaman butuh sinar matahari untuk tumbuh. Kebutuhannya sehari minimal lima jam penyinaran, tapi denganintensitas rendah. Sinar matahari yang terik tidak baik untuk tanaman.

Hidroponik kit untuk bercocok tanam dapat dibuat sendiri dari paralon atau membeli yang sudah jadi. Kalau menggunakan mediatanam Rockwool, terbuat dari batuan vulkanik yang dipanaskan sedemikian rupa, yang akhirnya terbentuk serat-serat. Mediaini steril dari sumber hama, penyakit, dan gulma

Bertanam Sayuran Hidroponik

Berbagai jenis sayuran berdaun dapat ditanam secara hidroponik. Yakni bayam, kangkung, selada, pakcoy, caisim, dan sebagainya.Untuk nutrisinya, karena pada sistem hidroponik tanaman mendapatkan unsur hara dari larutan, maka larutan harus mengandung nutrisi.

Semaikan benih ke media yang sudah disiapkan. Pilihlah benih yang bernas (berisi). Gunakanlah pinset. Benih dibenamkan kemedia sedalam kira-kira 2-5 mm.

Siramlah benih yang sudah disemai sampai media tanam menjadi basah. Gunakan air bersih, sementara pupuk belum dibutuhkan.Tutup kit dengan plastik selama 3-5 hari. Tujuannya agar media jadi lembap dan selalu hangat, sehingga perkecambahanlancar. Benih akan berkecambah setelah 3-5 hari.

Isilah hidroponik kit dengan larutan nutrisi sampai menyentuh bagian bawah dari media tanam. Hidroponik kit harusdiletakkan pada tempat yang datar, mendapat sinar matahari, dan sebaiknya tidak kena hujan. Apabila nutrisi berkurang,tambahkan lagi larutan nutrisi.

Setelah 30 hari, sayuran pun bisa dipanen, tergantung jenis sayuran yang ditanam dan intensitas sinar mataharinya.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan sistem hidroponik antara lain: Penggunaan lahan lebih efisien; Tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah;Kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih; Penggunaan pupuk dan air lebih efisien; Pengendalian hamadan penyakit lebih mudah.

Sedangkan kekurangan sistem hidroponik antara lain: Membutuhkan dana yang besar; Pada kultur substrat, kapisitas memegang air media substrat lebih kecil daripada media tanah, sehingga akan menyebabkan pelayuan tanaman yang cepat dan stres yang serius.

Di Indonesia, hidroponik yang berkembang pertama kali yaitu hidroponik substrat. Setelah itu adalah hidroponik NFT (Nutrien Film Technique). Selanjutnya berkembang pula hidroponik aeroponik yang memberdayakan udara.

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me