Apartemen Transit untuk Warga Jawa Barat

Big Banner

Pemerintah Jawa Barat meluncurkan sebuah apartemen transit di Rancaekek, Kabupaten Bandung, pada Selasa (29/12). Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Aher menuturkan hal tersebut kepada tempo.co.

Menurutnya, bangunan tersebut disebut apartemen transit, bukan rusunawa (rumah susun sementara sewa). Disebut demikian, menurut Aher, karena istilah rusun bercitra kurang bagus dan kumuh. Sementara apartemen transit ini didesain lebih nyaman bagi penghuninya.

Apartemen transit ini dibangun guna memberikan solusi bagi masalah hunian masyarakat berpenghasilan rendah, terutama kaum buruh. Apartemen transit di Rancaekek tersebut merupakan salah satu dari dari empat apartemen transit yang dibangun pemerintah.

Disebut transit karena diharapkan hanya akan menjadi tempat tinggal sementara. Selama tinggal di apartemen tersebut, para penghuni dapat menabung untuk membeli rumah pribadi. Durasi maksimal tinggal di apartemen transit ini adalah tiga tahun. Akan tetapi, bila memenuhi syarat bisa diperpanjang satu tahun lagi.

Menurut Aher, selain harus membayar uang sewa, para penghuni juga dibimbing untuk menabung. Sehingga setelah masa sewa habis mereka mampu untuk membeli rumah.

Minimal menabung Rp9 juta yang merupakan 5 persen dari jumlah harga rumah tipe 36. Sehingga, dalam tiga tahun ke depan Aher mengharapkan telah ada alumnus apartemen transit yang dapat membeli rumah dengan uang muka hasil tabungan mereka.

Sewa Murah

Selain di Rancaekek, apartemen transit dibangun pula di beberapa daerah lain di Jawa Barat, di antaranya di Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung; Batu Jajar, Kabupaten Bandung Barat; dan Ujung Berung, Kota Bandung.

Apartemen transit di Rancaekek, Solokan Jeruk, dan Batu Jajar untuk kaum buruh. Sedangkan apartemen transit yang di Ujung Berung untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Apartemen transit Rancaekek berlahan paling luas di antara apartemen transit di daerah lain. Terdapat sekitar lima twin block dengan jumlah 579 unit yang berdiri di atas lahan  seluas 3,8 hektare. Apartemen transit lainnya, yakni Solokan Jeruk, memiliki lahan seluas 0,9 hektare, Batu Jajar seluas 0,45 hektare, dan Ujung Berung seluas 0,5 hektare.

Terdapat dua tipe rumah di apartemen itu, yakni tipe 24 dan 27. Tipe 24 meliputi satu ruang tamu, satu kamar, dapur, toilet, dan tempat menjemur pakaian. Yang menjadi pembeda, tipe 27 memiliki dua kamar.

Harga sewa untuk tiap unit rumah di apartemen transit terbilang murah. Hanya Rp250-300 ribu per bulan, masyarakat bisa mendapatkan seluruh fasilitas yang ada di apartemen tersebut.

Harga tertinggi dipatok untuk tipe 27 di lantai 2, biaya sewanya Rp300 ribu. Semakin ke lantai atas, harga sewanya semakin murah. Namun, lantai pertama dikhususkan untuk para difabel.

(Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me