Rugi Bisnis Komoditi, Properti Jadi Pundi Kekayaan 10 Orang Kaya Ini

Big Banner

Jakarta -Tahun ini menjadi tahun kelam bagi komoditas bahan mentah seperti minyak mentah, Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara. Harga komoditas tersebut anjlok bahkan hingga ke titik terendahnya.

Harta pengusaha minyak, CPO dan batu bara yang masuk jajaran 50 besar terkaya pun merosot dan tergeser nama-nama bos properti. Nilai properti yang terus naik menjadi pundi-pundi kekayaan mereka.

Majalah Forbes merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Beberapa nama dalam daftar tersebut kekayaannya rontok akibat harga komoditas jatuh. Dua di antaranya yaitu pengusaha batu bara Edwin Soeryadjaya yang turun ke peringkat 33 dan pengusaha sawit Sukanto Tanoto yang turun ke peringkat 34.

Di sisi lain, nama-nama pengusaha pengembang properti besar naik peringkat. Bos Summarecon Soetjipto Nagaria dan pemilik Lyman Group Osbert Lyman menjadi nama baru yang berhasil masuk jajaran 50 orang terkaya RI.

Berikut 10 bos properti dan taipan terkaya pemilik aset properti di Indonesia:

1. Budi Hartono

Orang terkaya nomor 1 di Indonesia berharta US$ 15,4 miliar ini merupakan pemilik mal Grand Indonesia Shopping Town yang menyatu dengan gedung bank miliknya yaitu Menara BCA.

2. Eka Tjipta Wijaya

Pemilik perusahaan minyak sawit Golden Agri Resources terpukul harga CPO hingga harga sahamnya terjun 30%. Ia memilih berinvestasi membeli properti berupa bangunan ikonik di London seharga US$ 400.

Meski bisnis komoditinya meredup, bos properti Sinar Mas Land ini menduduki peringkat 4 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 5,3 miliar. Ia juga tercatat sebagai salah satu pemilik saham sekaligus Pendiri PT Plaza Indonesia Realty.

3. Anthoni Salim

Taipan ini tercatat sebagai orang terkaya ke-3 di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$ 5,4 miliar. Pemilik Indofood tengah berekspansi bisnis membangun apartemen tertinggi di Jakarta Pusat Casa Domain bersama Lyman Group dan Kerry Group.

4. Mochtar Riady

Mochtar Riady, pendiri konglomerasi bisnis real estate Lippo Group ini menduduki peringkat 9 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 2,2 miliar.

5. Osbert Lyman

Pemilik Lyman Group ini menduduki peringkat 43 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$ 600 juta. Pengusaha properti tersebut menjadi nama baru yang masuk jajaran 50 orang terkaya di Indonesia. Lyman juga tengah menggarap properti mewah di Bandung yaitu Kota Baru Parahiyangan seluas 1.250 hektar.

6. Soetjipto Nagaria

Bos Summarecon ini menjadi nama baru yang masuk daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Saham Summarecon melonjak dan mengantarkan Soetjipto duduk di peringkat 50 orang terkaya dengan harta US$ 400 juta.

7. Ciputra

Kekayaan konglomerat pengembang real estate, mal, dan hotel pemilik Ciputra Group ini tercatat sebesar US$ 1,5 miliar. Pengusaha berusia 84 tahun ini menduduki peringkat orang paling kaya ke-11 di Indonesia.

8. Eka Tjandranegara

Presiden Direktur bisnis properti Mulia Group ini menempati peringkat 18 orang paling kaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 1,4 miliar.

Bos properti ini membangun sejumlah bangunan prestisius di segitiga Sudirman, Thamrin dan Kuningan. Beberapa ikon proyek yang digarapnya yaitu Mall Taman Anggrek, Hotel Mulia Senayan dan The Mulia Resort an Villa Bali.

9. Husodo Angkosubroto

Pengusaha di bidang agribisnis pisang dan nanas ini juga sukses dengan bisnis propertinya. Presiden Direktur Gunung Sewu Kencana ini berinvestasi membangun hotel supermewah The Hundred di Kawasan Mega Kuningan dan gedung perkantoran Sequis Tower.

Husodo juga tercatat memiliki beberapa aset properti seperti apartemen, mal dan perumahan. Husodo berada di peringkat 23 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$ 1,3 miliar.

10. Alexander Tedja

Bos Pakuwon Group ini menduduki peringkat 35 orang paling kaya di Indonesia berharta US$ 825 juta. Pengusaha properti asal Surabaya ini merupakan pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Jawa Timur yaitu Tunjungan Plaza. Gandaria City dan Kota Kasablank juga merupakan properti miliknya.

(drk/drk)

finance.detik.com