Menulis Skenario Bareng Joko Anwar

Membuat film itu tidak sesulit yang Anda pikirkan, asal tahu bagaimana metode yang tepat untuk mengolah ide-ide kreatif yang Anda miliki. Itu kata sineas, penulis skenario, sekaligus sutradara Joko Anwar pada saat menjelaskan bagaimana cara mengembangkan karakter yang menarik. Juga bagaimana membangun struktur skenario dengan atau tanpa prinsip penulisan skenario yang baku.

Joko berbicara pada acara workshop penulisan skenario yang diadakan Galeri Indonesia Kaya (GIK), Sabtu (16/1), di Jakarta. Membuka kegiatannya pada Januari 2016 ini, GIK memang menyuguhkan berbagai workshop bertema “Ruang Kreatif” dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang berperanan penting di balik sebuah pementasan, salah satunya adalah Joko Anwar.

“Saya harap semakin banyak generasi muda yang berani untuk menuangkan ide-idenya dan mewujudkannya menjadi sebuah film yang bagus dan berkualitas,” ujar Joko seperti dikutip dari siaran pers GIK.

Joko membagi metode dalam pencarian ide dan menjelaskan bagaimana cara merumuskan ide tersebut menjadi materi penulisan skenario. Di sela-sela penjelasannya, Joko sempat melontarkan beragam lelucon yang memunculkan tawa peserta acara. Joko juga banyak bercerita tentang skenario-skenario yang telah dia tulis.

Secara profesional dan komersial, Joko banyak mendapat kesuksesan dan penghargaan internasional. Debutnya sebagai penulis skenario dimulai di film Arisan! (2013) yang memperoleh penghargaan dari dalam dan luar negeri. Berlanjut dengan debut penyutradaraannya, Janji Joni (2005). Selain menembus banyak festival internasional bergengsi, film ini juga menjadi box office pada tahun itu.

Karya-karya Joko Anwar selanjutnya yakni Kala (2007) dan Pintu Terlarang (2009) disebut-sebut sebagai film terbaik dunia di tahun rilis masing-masing oleh majalah Sight & Sound Inggris, yang juga memenangkan banyak penghargaan internasional.

Film keempatnya, Modus Anomali (2012) berhasil menembus pasar internasional dan dirilis di 13 negara termasuk di Perancis, Amerika Serikat, dan Jerman. Filmnya yang kelima, A Copy of My Mind, berkompetisi di Venice Film Festival dan Toronto Internasional Film Festival. Film ini juga berhasil membuat Joko Anwar menerima Piala Citra untuk Sutradara Terbaik FFI 2015.

rumah123.com