Sarinah, Gedung Pencakar Langit Pertama di Indonesia

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com –Sebagian kalangan nama Sarinah tak begitu dikenal terutama buat masyarakat daerah. Namun setelah peristiwa pemboman pada Kamis, 14 Januari 2016 yang menewaskan 8 orang, nama Sarinah santer terdengar dan sempat menjadi trending topic di media sosial.

Serangan didalangi oleh ISIS jaringan Bahrun Naim sengaja menyasar area Sarinah karena memiliki nilai sejarah yang mampu menyita perhatian publik. Sarinah bukan saja pusat perbelanjaan komersial biasa tetapi departement store yang memiliki sejarah panjang. Sarinah adalahperusahaan BUMN yang bergerak pada bidang retail, properti dan trading.

Sebelumnya, pada tahun 1984 pusat perbelanjaan yang terlatak di jalan MH Thamrin ini juga mengalami kebakaran hebat. Hampir sebagian bangunan dari lantai 6 mengalami kerusakan parah. Namun karena ketangguhannya Sarinah kembali bangkit dan berasing dengan mall yang mulai menjamur di era 1980 an.

Sarinah merupakan mal dan gedung pencakar langit pertama yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Ia dibangun pada tahun 1962 sebagai pusat perbelanjaan terbesar waktu itu karena dibangun dengan ketinggian mencapai 74 meter dengan 15 lantai.

Nama Sarinah diambil dari nama pengasuh proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno. Kedekatan Soekarno dengan kaum marjinal kerap kali menginspirasi gerakan-gerakan politik Soekarno. Nama orang-orang “kecil” dijadikan ikon pergerakan atau nama sebuah gedung, sebut saja Marhaen yang menjadi nama pergerakan politik yang diambil dari nama seorang petani miskin di Jawa Barat.

Begitu pula dengan nama Sarinah yang kemudian menjadi salah satu nama departemen store yang bertahan hingga saat ini. Ada banyak peritail yang melantai di Sarinah diantaranya MC Donalds, TX Travel, Hero, Roti Boy, KFC, Indosat dan A Cup of Java dan banyak peritail lainnya.

Sebagaimana dikutip dari laman sarinah.co.id, untuk biaya pembangunan mal Sarinah yang termegah kala itu diambil dari pampasan perang pemerintah Jepang. Sarinah dibawah PT Sarinah (Persero) akhirnya menjadi departemen store pertamadi Indonesia yang diresmikan presiden Soekarano pada tanggal 15 Agustus 1966.

Setelah kemerdekaan, kunjungan-kunjungan presiden Soekarno ke luar negeri seperti Amerika, Rusia dan banyak negara lainnya banyak menginspirasi dirinya dalam membangun Indonesia. Sarinah merupakan contoh duplikasi Soekarno yang menginginkah dibangunnya pasar-pasar modern yang bisa menjajakan aneka produk dan kebutuhan rakyat dengan harga yang murah.

Kiprahnya tak boleh dipandang sebelah mata. Sarinah berhasil membuktikan keberpihakannya kepada masyarakat kecil seperti namanya. Lewat Sarinah produk-produk lokal mampu diperkenalkan ke pasar internasional waktu itu sehingga mampu membuatnya bertahan sampai saat ini.

Sewaktu beridiri pada era 1960-an, situasi politik belum stabil bahkan bisa terbilang sangat buruk. Sering sekali gejolak-gejolak politik pada masa itu kemudian berpengaruh terhadap situasi ekomoni.

Pendirian Sarinah diharapkan mampu menjadi stimulator perekonomian. Sebagai stimulator dan mediator Sarinah berhasil membawa perekonomian semakin mambaik. Pemberdayaan ekonomi seperti yang menjadi misinya mampu mengantar beberapa produk-produk menjadi komoditi internasional.

Tidak hanya kemegahan arsitektur Sarinah yang dapat dikenang, hal lain yang mesti diketahui adalah peran serta PT Sarinah Tbk yang diresmi pemerintah pada masa orde lama tak bisa dipandang sebelah mata. Perusahaan plat merah ini termasuk deretan perusahaan pertama yang bergerak dalam bidang realestate dan pasar retail terkemuka di dalam negeri. Sejarah merekam bagaimana kiprahnya ketika menjadi stimulator ekonomi saat keterpurukan ekonomi mengancam masyarakat pada masa kepemimpian Soerkarno.

Bukti eksistensinya dalam bidang retail dan properti, PT Sarinah melakukan ekspansi dengan membangun Sarinah Square di lahan seluas 1, 7 hektar yang sempat tertunda beberapa tahun karena persoalan pembebasan lahan. Sarinah berencana membangun pusat perbelanjaan setinggi 50 lantai. Yang menarik, Sarinah Square membangunnya dengan memadukan konsep superblok, komersial, perkantoran dan residensial seperti Global Face Of Indonesia.

Untuk membangun Sarinah Square pihak PT Sarinah (Persero) menyiapkan dana yang cukup fantastis, total investasi mencapai Rp 1 triliyun. Sarinah menargetkan pembangunannya akan rampung pada akhir 2017 mendatang. Sedangkan untuk pengerjaannya, Sarinah tidak bekerja sendiri. Dia menyatakan akan menggandeng beberapa BUMN dalam rangka merealisasi obesesinya membangun kawasan premium Sarinah di kawasan Thamrin itu.

Sekedar informasi, selain dalam bidang properti, PT Sarinah juga bergerak dalam bidang trading yang cukup signifikan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dari bidang trading, Sarinah sedang menggenjot eksportnya ke beberapa negara seperti Belanda, Turki dan Korea Selatan. Ada pun komoditas yang diekspornya seperti rotan, kayu, mebel. (ARM)

jktproperty.com