Nilai penerbitan surat utang terus merosot

JAKARTA. Kondisi pasar surat utang di 2014 jauh dibawah espektasi. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, di sepanjang semester I-2014 penerbitan obligasi baru Rp 28 triliun. Lembaga pemeringkat ini pun memangkas kembali target penerbitan surat utang tahun ini.
 
Ronald T Andi Kasim, Presiden Direktur Pefindo mengatakan, kondisi perekonomian yang cenderung stagnan dan adanya pesta politik membuat pasar surat utang tidak bergairah. Banyak perusahaan yang menunda penerbitan hingga tahun depan.”Yang menunda tahun depan ada 10 sampai 11 perusahaan, nilainya sekitar Rp 10 triliun,” ujarnya, Jumat (12/9).
 
Lebih lanjut, Ronald bilang, pihaknya sudah mendapat mandat untuk memeringkat 14 perusahaan yang berniat menerbitkan surat utang. Total nilainya sekitar Rp 12 triliun. Dengan demikian, hingga akhir tahun, diperkirakan nilai penerbitan surat utang akan ada di angka Rp 45 triliun. 
 
Sebelumnya, Pefindo sudah memangkas target penerbitan menjadi Rp 50 triliun. Tahun lalu, nilai penerbitan surat utang sebesar Rp 62,3 triliun. Angka ini merosot dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 73 triliun. 
 
Dengan demikian, jika perkiraan penerbitan tahun ini terealisasi, maka sudah tiga tahun berturut-turut penerbitan surat utang akan mengalami penurunan. 

Editor: Tedy Gumilar

investasi.kontan.co.id