PUPR Prediksi Pembangunan Rumah Menengah Bawah Terus Meningkat

Big Banner

Jakarta-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan angka pembangunan rumah kelas menengah ke bawah pada 2016 meningkat signifikan.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat segmen tersebut meningkat. Faktor itu di antaranya adalah semakin bertambahnya kebutuhan rumah masyarakat serta kemudahan perizinan pembangunan rumah. Lalu, adanya bantuan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sehingga membuat prospek rumah menengah ke bawah lebih potensial.

“Angka pembangunan rumah menengah ke bawah pada 2016 akan mengalami kenaikan,” kata Syarif Burhanuddin, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, pemerintah akan terus berupaya mempermudah regulasi-regulasi yang berkaitan dengan program perumahan untuk masyarakat. Selain itu, adanya bantuan dalam pembiayaan perumahan dari pemerintah juga menjadi salah satu hal yang diperlukan guna meningkatkan daya beli masyarakat agar bisa menempati rumah yang layak huni.

Syarif menerangkan, masyarakat di negara manapun baik yang berasal dari kalangan ekonomi atas maupun mereka yang kurang mampu akan membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal mereka. Dan, untuk mendorong pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni tersebut pemerintah melaksanakan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan sejak tahun lalu.

“Rumah itu kebutuhan dasar manusia di negara manapun, dan pemerintah harus hadir untuk memenuhi kebutuhan rumah tersebut, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebuah negara dikatakan sebagai negara maju jika masyarakatnya sudah tinggal di rumah yang layak huni,” kata dia.

Optimisme kenaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), imbuh Syarif, dapat dilihat berdasarkan data yang ada yakni rumah untuk MBR yang menggunakan skim KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2014 hanya 70.000 unit, sedangkan pada 2015 angkanya melesat menjadi 134.000 unit.

“Dari sisi ekonomi rumah selain bisa menjadi aset dan jaminan kehidupan masyarakat juga memiliki sisi sosial yakni menjadi cerminan harkat dan martabat manusia. Dan properti bisa menjadi pilihan masyarakat dan dapat mendorong perekonomian Indonesia,” kata dia.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me