Tebing Tinggi Anggarkan Rp 30 Miliar untuk Pengelolaan Sampah

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam mendapatkan bantuan peralatan pengelolaan sampah, setiap daerah harus memiliki komitmen untuk menyelesaikan masalah sampah dan air limbah.

Pasalnya, permasalahan sampah tidak hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah pusat melalui hibah peralatan tetapi juga dibutuhkan kemauan daerah untuk mengelolanya.

Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, komitmen ini ditunjukkan dengan anggaran yang cukup besar atas pengelolaan sampah.

“Tebing Tinggi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Itu sudah termasuk pembangunan drainase. Anggaran itu memang harus ada, kita tidak bisa menggantungkan bantuan hanya pada pemerintah pusat,” ujar Umar kepada Kompas.com, Senin (25/1/2016).

Ia menjelaskan, anggaran ini sebenarnya tidak cukup untuk pengadaan alat besar, misalnya ekskavator, truk sampah, dan bulldozer.

Dengan demikian, bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) sangat membantu Tebing Tinggi untuk mengelola sampah. (Baca: 12 Pemda Dapat Hibah Rp 115 Miliar)

Umar mengaku, ada beberapa hal yang perlu ia siapkan untuk mendapatkan bantuan ini. Pertama, perencanaan soal sampah dan limbah yang tertuang di buku putih.

Kedua, ia juga harus menunjukkan akan berbuat apa terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada sesuai ketentuan. Saat ini, Tebing Tinggi memiliki TPA sendiri dan tidak menumpang dengan daerah lain.

Syarat-syarat tersebut dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selain itu, dana kebersihaan pengelolaan juga menjadi persyaratan utama.

“Itu yang dipermohonkan. Sudah kita buktikan Tebing Tinggi mendapat penghargaan Adipura atas komitmen kebersihan kota,” setus Umar.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me