Tarif Listrik Turun Mulai Februari 2016

Big Banner

Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengumumkan bahwa tarif listrik bagi pelanggan non-subsidi, atau golongan yang telah menerapkan adjustment tariff pada Februari 2016, mengalami penurunan Rp11 sampai Rp17 per kilowatt-hour (kWh) dibandingkan posisinya di Januari 2016.

Penurunan tarif tersebut diputuskan menyusul penurunan harga minyak mentah di Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) yang menjadi salah satu komponen pemebentukan tarif listrik.

Baca juga: Sosialisasi Kurang, Pelanggan Tak Tahu Ada Kompensasi PLN

Kepala Divisi PLN Benny Marbun mengatakan, “Data (pembentukan tarif listrik) Februari 2016, makro ekonominya kurs Desember 2015: Rp13.855, ICP Desember USD 35,47 per barel dan inflasi Desember 0,96 persen,” ujar Benny, Jumat (29/1) seperti dilansir dari cnnindonesia.com

Dengan adanya data makro tersebut, per 1 Februari 2016 tarif listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga tegangan rendah (TR) dengan daya 1.300 volt ampere (va) dan 2.200 va akan berada di angka Rp1.392 per kWh. Turun Rp 17 per kWh dari sebelumnya tarif per Januari sebesar Rp1.409 per kWh.

Baca juga: Ciptakan Nuansa Romantis dengan Lampu Ajaib

Sedangkan untuk pelanggan listrik tegangan menengah (TM) atau pelanggan bisnis dan kantor pemerintah berskala besar, saat ini posisinya berada di angka Rp1.071 per kWh, turun Rp13 per kWh.

“Untuk tarif tegangan tinggi (TT) pada Februari 2016 turun Rp11 per kWh dari Rp960 per kWh menjadi Rp 959 per kWh,” kata Benny. (Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me