REI: Tapera Bisa Mengurangi Backlog

Big Banner

Jakarta – Real Estat Indonesia (REI) menyambut positif rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Berbekal UU tersebut, pengumpulan dana murah jangka panjang untuk sektor perumahan dapat lebih mudah direalisasikan. Selanjutnya, dana itu dapat mengurangi backlog perumahan yang sampai saat ini sudah di atas 13,5 juta rumah.

“Dengan adanya dana tapera maka backlog perumahan akan secara berangsur bakal berkurang secara signifika setiap tahunnya,” kata Sekjen DPP REI Hari Raharta, dalam diskusi “Membedah RUU Tapera: Antara Peluang Sektor Perumahan Memperoleh Dana Rumah vs Peran Manajer Investasi” di Jakarta, Selasa (2/2).

Hari mengatakan, meski tidak secara langsung akan menghapus backlog perumahan, tetapi dana Tapera yang cukup besar ini akan sangat bermanfaat untuk menyediakan rumah yang lebih banyak untuk rakyat. Hal itu mengingat kemampuan masyarakat membeli rumah masih sangat rendan. Kini, sekitar 75,50% masyarakat membeli rumah dengan cara kredit atau pinjaman perbankan.

“Masyarakat atau konsumen yang membeli rumah dengan tunai bertahap sebesar 16,36%. Sedangkan masyarakat yang membeli rumah dengan tunai keras hanya 8,14%,” kata Hari.

Menurut dia, Tapera adalah semacam tabungan dengan perjanjian kontrak dimana peserta berhak mendapatkan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) dalam jumlah tertentu. Hal itu dapat dilakukan setelah melakukan setoran tabungan secara periodik dalam jumlah tertentu selama jangka waktu yang telah ditetapkan.

Namun, katanya, sesuai draf RUU Tapera tidak setiap peserta tapera berhak mendapatkan pembiayaan perumahan.

“Peserta yang tidak berhak mendapatkan pembiayaan perumahan hanya berhak mendapatkan kembali tabungan dan hasil pemupukan yang dilakukan oleh manajer investasi,”katanya.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me