Anggaran Ideal Perumahan Rp 400 Triliun

Big Banner

Jakarta-Real Estate Indonesia (REI) menilai, kebutuhan dana untuk pembangunan perumahan selama lima tahun sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN), 2014-2019, mencapai Rp 400 triliun. Dari dana tersebut pemerintah hanya mampu menyediakan Rp 90 triliun. Karena itu, masih kekurangan dana yang cukup besar untuk sektor perumahan.

“Tentu harus ada solusinya dalam pembiayaan perumahan ini kedepan, bila backlog (kekurangan) rumah bisa dikurangi dan salah satunya adalah dengan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) atau dengan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Sekjen REI Hari Raharta Sudrajat, di Jakarta, Selasa (2/2).

Dia menegaskan, kebutuhan dana untuk merealisasikan program pembangunan sejuta rumah tidak sebanding dengan kemampuan APBN. Kemampuan pemerintah berkisar Rp 75 triliun hingga Rp 90 triliun untuk lima tahun kedepan. Angka itu setara dengan Rp 13 triliun atau Rp 15 triliun per tahun artinya terdapat kekuranagan (gap) dana sebesar Rp310 triliun sampai dengan Rp325 triliun yang harus dicari solusinya oleh pemerintah.

Menurut Hari Raharta, salah satu potensi yang bisa dikembangkan untuk pendanaan perumahan adalah dengaan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Karena dana Tapera ini bisa terkumul cukup besar dengan waktu cukup lama. Selain itu, juga bisa menggunakan efek beragun aset surat partisipasi (EBA SP) dan bisa menggunakan dan memaksimalkan BPJS Ketenaga kerjaan.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me