Tapera Himpun Dana Murah Jangka Panjang

Big Banner

Jakarta-Panitia khusus (Pansus) Rancangan Undang Undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) Dewan Perwakilan Rakyat menilai, tujuan dibentuknya Tapera untuk menghimpun dana murah jangka panjang. Dana tersebut untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memiliki hunian yang layak.

“Tujuan kami dari Pansus adalah mencari dana murah dan membantu pemerintah untuk mencari pendanaan yang bersifatnya murah dan jangka panjang, untuk membantu masyarakat memiliki rumah yang layak,” kata Wakil Ketua Pansus RUU Tapera, Mohammad Misbakhun, dalam diskusi Membedah RUU Tapera, di Jakarta, Selasa (2/2).

Menurut dia, pemerintah tidak mungkin menyediakan anggaran yang cukup besar untuk sektor pembangunan perumahan bagi MBR. Karena itu, Tapera menjadi salah satu solusi untuk mencari pendanaan murah. “Dana murah ini berasal dari pekerja formal maupun pekerja informal yang mau menabung di Tapera dan juga dari pemberi usaha termasuk pemerintah,” kata dia.

Pansus DPR, tambahnya, sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk juga kepada pengusaha lewat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar proses pembahasan ini berjalan lancar. “Kalaupun nanti ada gugatan dari pihak pengusaha dan lainnya tentu kami siapkan skemanya, termasuk bila UU ini di judicial review,” kata dia.

Tapera, kata dia, sifatnya gotong royong untuk membantu masyarakat mendapatkan rumah. Sedangkan pengusaha atau pemberi kerja mendapatkan dana tersebut sebagai bentuk investasi. “Dana yang dipungut itu tidak hilang dan tentu bisa kembali, karena ini sifatnya gotong royong,” kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini RUU Tapera sudah memasuki 85% struktur pembahasan yang ditargetkan selesai menjadi UU dalam waktu dekat. Kini, tinggal tim perumus yang menyisir beberapa permasalahan yang ada, sinkronisasi, harmonisasi, dan redaksional supaya tidak terjadi duplikasi, salah penulisan. “Paling lama Februari ini sudah bisa selesai. RUU Tapera sudah hampir selesai. Dari struktur pembahasan sudah selesai 85%,” katanya.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me