Betulkah 2016 Tahun Kebangkitan Properti Indonesia?

Big Banner

KOMPAS.com – Baru setahun tiga bula berkuasa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meluncurkan berbagai macam kebijakan reformasi ekonomi.

Sebut saja Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Real Estat (KIK-DIRE), dan kepemilikan properti orang asing. Banyak pengembang kemudian meresponsnya dengan antusias.

Salah perubahan besar di sektor properti adalah Dana Investasi Real Estat (DIRE) yang menjadi topik pembicaraan hangat pada akhir Oktober 2015.

Pemerintah mengambil alih kebijakan pembayaran pajak yang selama ini menghambat pertumbuhan pada instrumen investasi menguntungkan tersebut.

Hasilnya, beberapa hari kemudian, Lippo Group mengatakan akan memindahkan dua DIRE miliknya dengan nilai total hampir 2,6 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau lebih dari Rp 35 triliun dari Singapura ke Indonesia.

Langkah Lippo dianggap sebagai pemantik, dan pemerintah berharap lebih banyak lagi investor asing, terutama asal Singapura untuk terjun ke pasar domestik Indonesia.

Kepala Penelitian JLL Indonesia, James Taylor mengatakan, jika hal tersebut benar-benar terjadi akan memberikan keuntungan bagi Indonesia.

“Itu akan membuka investasi, dan kesempatan pengembang properti lokal untuk mengakses pasar saham, meningkat aliran uang, membuat investor asing masuk ke pasar lokal tanpa menghadapi kerumitan hak kepemilikan asing, dan menawarkan likuiditas yang baik di pasar,” tambahnya.

Hal paling penting, menurut James adalah kebijakan pemerintah itu mampu meningkatkan transparansi di Indonesia yang selama ini masih sulit terlaksana.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me