REI Sambut Baik Pengembang Asing Masuk ke Indonesia

Big Banner

Jakarta-Perkumpulan perusahaan properti yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) menyambut positif banyaknya perusahaan asing yang melirik Indonesia sebagai tempat bisnis barunya. Namun, pengembang lokal harus siap bersaing dan berkompetisi.

“Sekarang ini kan kita sudah terbuka dan tergabung dalam masyarakat ekonomi Asean (MEA) jadi kita harus bersiap dan bersaing lebih baik lagi agar produk properti yang diluncurkan itu diterima pasar,” kata Sekjen REI Hari Raharta Sudrajat, kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.

Hari mengatakan, dengan adanya MEA ini sudah tidak bisa dihindarkan lagi banyak perusahaan asing yang masuk ke Indonesia dengan menanamkan modal sebesar 100%. Saat ini, banyak perusahaan dari Jepang, Singapura dan lainnya yang masuk ke Indonesia untuk membangun properti.

“Mereka (asing) biasanya masuk ke Indonesia joint atau kerjasama dengan perusahaan lokal. Sebenarnya ini bagus dan sambut baik. Tapi kalau 100 % asing tanpa lokal ini yang kami sayangkan,” kata dia.

Dia juga berharap pemerintah pusat untuk memantau agar perusahaan perusahaan atau developer asing yang masuk ke Indonesia memenuhi legalitas, harus bekerjasama atau berelaborasi dengan perusahaan atau pengembang lokal. “Agar mereka juga dilibatkan. Karena asing ini memiliki dana besar dan murah, apalagi Indonesia adalah pasar potensial bagi asing,” ujarnya.

Awal 2016, perusahaan berbasis di Singapura mendirikan PT Brewin Mesa Develoment untuk membangun proyek perdananya di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten senilai Rp1,3 triliun. Proyek tersebut terdiri atas dua menara apartemen dengan total 496 unit apartemen.

Sebelumnya juga Pollux properties bekerjasama dengan keluar besar Habibie membangun proyek besar di kawasan Batam dengan nama Meisterstadt Batam senilai Rp15 triliun.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com