2016, Momentum Tepat Beli Properti

Big Banner

Anda berpikir untuk berinvestasi di bidang properti? Jangan tunda lagi, sekarang lah saat yang tepat untuk memulainya.

Ya, tahun ini merupakan momentum paling tepat untuk membeli properti, baik untuk hunian maupun berinvestasi. Pasalnya, dalam waktu tiga tahun ke depan atau pada 2018, bisnis properti Indonesia ditengarai berada di bawah bintang terang. Saat itulah nilai properti akan meningkat tajam.

Managing Director Synhesis Square, Julius Warouw, mengakui hal tersebut. ’’Benar, tahun ini waktunya membeli properti. Kendati demikian, konsumen harus hati-hati dan tidak langsung percaya pada satu agen atau pengembang. Konsumen harus memikirkannya dengan matang, jangan terburu-buru dalam memilih produk properti,’’ kata Julius seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Mengusir Faktor Penghalang Investasi Properti

Hal lain yang perlu dipertimbangkan konsumen, Julius melanjutkan, hilangkan pemikiran investasi jangka pendek saat membeli sebuah properti. Sedikitnya, konsumen harus memikirkan investasi jangka menengah dalam waktu antara lima hingga sepuluh tahun.

Selain itu, kata Julius, konsumen harus benar-benar memikirkan keuntungan dan kerugian apa saja jika membeli properti.

’’Pembeli harus fokus pada properti yang punya nilai tambah dan juga keunikan, misalnya fasilitas lengkap, jumlahnya yang tidak banyak, lokasi dan akses mudah dijangkau,’’ ucapnya.

Sebelumnya, pakar properti Panangian Simanungkalit pernah mengatakan, ada beberapa faktor yang mejadikan tahun ini momentum tepat untuk membeli properti sehingga pada 2018 nanti nilainya akan ’’meledak’’. Ia meyakini, dalam waktu tiga tahun mendatang, kebutuhan hunian dan komersial akan meningkat seiring bertambahnya jumlah pasokan.

Baca juga: Harga Properti Nasional Melejit Tiga Tahun Mendatang

Hal ini nantinya akan memicu harga jual dan sewa menjadi semakin menarik. Selain itu, berlakunya integrasi pasar tunggal Asia Tenggara atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah dimulai pada 31 Desember 2015 lalu, memaksa Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga menjadi lebih kompetitif.

Selain itu, tingkat inflasi yang ditargetkan menyentuh level 3,4 persen atau terendah sepanjang 10 tahun, juga akan membuat sektor properti bergairah kembali. ’’Dengan begitu, suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) pun akan rendah dan mengikuti penurunan tingkat inflasi serta BI Rate,’’ katanya usai prosesi peletakan batu pertama Wismaya Residence di Bekasi, belum lama ini.

rumah123.com