Gedung Baru di DKI Harus Ramah Lingkungan

Big Banner

Pembangunan gedung baru di Jakarta kini diwajibkan untuk menerapkan konsep green building atau ramah lingkungan. Hal ini disokong oleh rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan mengeluarkan Sertifikasi Keselamatan Kecelakaan Kerja (K3) dan Lingkungan Gedung Bertingkat.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, beberapa bangunan yang sudah menerapkan konsep ramah lingkungan antara lain gedung KPK, gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan gedung Kementerian Pekerjaan Umum yang baru.

’’Mereka bisa kok. Makanya semua harus kita lakukan seperti itu,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, kemarin, seperti dilansir dari Beritasatu.

Dirinya menjelaskan, salah satu konsep green building adalah penghematan penggunaan air, terutama air bawah tanah. Pemilik gedung juga diharuskan mengolah kembali air limbah sehingga dapat digunakan kembali untuk kegiatan di gedung tersebut.

’’Kita berharap seluruh air yang digunakan, tidak dibuang seluruhnya ke selokan atau saluran air, tapi bisa difungsikan kembali. Termasuk mengecek air bawah tanah. Jangan sampai air yang merek sedot kemudian dibuang begitu saja ke jalan, atau saluran air kita. Ya banjirlah,’’ ujarnya.

Djarot juga menegaskan, pemilik gedung atau bangunan harus membangun sumur-sumur resapan. Selain dapat menambah cadangan air bawah tanah, juga dapat digunakan untuk kebutuhan kegiatan gedung tersebut.

Sumur resapan itu juga bisa digunakan untuk memadamkan api ketika terjadi bencana kebakaran di gedung tersebut atau gedung sekitar. Karena selama ini, petugas pemadam kebakaran sering kali kesulitan mencari air untuk memadamkan api.

’’Seumpamanya terjadi kebakaran, kita juga gampang cari air. Selama ini kan sulit ketika musim kemarau. Sampai kita menyedot air dari sungai sudah kering. Jadi mereka harus ada sumur resapan. Yang sekarang ini tidak begitu, tidak ketat dari sisi izin,’’ ucapnya menambahkan.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me