Gedung Tertinggi di Dunia Dibangun di Iraq

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Gedung setinggi 1.152 meter akan menjulang di langit Basra, kota di bagian selatan Iraq.  Gedung ini lebih jangkung dari Kingdom Tower  Jedah (1.000 m) yang rencananya akan siap beroperasi 2019 dan Burj Khalifa Dubai (828 m). Gedung yang masuk kategori megatall ini didesain AMBS Architects dan digadang-gadang akan menjadi mercusuar masa depan Iraq. The Brige, nama gedung tersebut, berbentuk empat menara yang saling ditautkan. Pola struktur yang menggabungkan empat menara, menurut Marcos De Andres, direktur AMBS Architects , adalah struktur yang paling stabil. Dengan demikian gedung ini diyakini akan aman, sekaligus membuka beberapa pilihan jalan masuk/keluar, baik horisontal maupun vertikal.

online-the bride-2

Menara tertingginya (964 m) memiliki 230 lantai dan di atasnya dipasang antena setinggi 188 meter.  Sementara tiga lainnya setinggi 724 meter, 484 meter dan 61 meter.  Bukan sekadar pencakar langit, gedung ini didesain untuk menjadi sebuah kota vertikal yang berkesinambungan.  Biro arsitek yang berbasis di London, Inggris, ini bahkan menyebut The Bride akan menjadi  kota vertikal pertama di dunia.  Merangkum banyak fungsi, yaitu perkantoran, hotel, residensial, area komersial dan taman, bahkan di dalamnya akan tersedia jaringan kereta sendiri. Luas seluruh lantainya mencapai 1.550.908 meter persegi.

The Bride didesain sebagai  gedung hijau (green building). Semua sarana dasar seperti listrik dan air  akan diproduksi sendiri, tidak bergantung pada infrastruktur kota. Bahkan limbahnya bisa diolah kembali.  “Kalkulasi menunjukkan bahwa hal itu bisa terlaksana, tapi kalaupun meleset, masih mendekati,” kata De Andres.

Online-the bride- 1

Konsep ini  akan banyak memberi manfaat, tidak saja bagi yang hidup di dalamnya, juga kepada lingkungan. “Gedung ini bisa dinikmati dengan banyak cara, entah beraktivitas atau tinggal di dalamnya, atau hanya ada di bawahnya, misalnya dengan hanya berjalan-jalan di taman atau makan siang di ketinggian ratusan meter di atas muka air laut,” papar De Andres.

Sumber energinya 100 persen dari tenaga surya. Fasade gedung berlapis kaca dengan peneduh pada beberapa bagian. Konstruksi peneduh di Tower One, sebagai gedung tertinggi, menyambung dengan peneduh  tiga gedung lainnya yang lebih rendah. Naungan berbentuk kanopi besar itu diintegrasikan dengan photovoltaic thermal panels dan dibuat di sisi selatan gedung. Fungsinya, selain sebagai penghalang cahaya dan panasnya matahari, juga menjadi sumber energi.

Basra sendiri terletak di tepi Sungai Shatt al-Arab, sebuah kota pelabuhan yang berperan penting terutama untuk industri minyak Iraq. Kota ini sempat hancur karena konflik yang melanda negara ini selama 13 tahun terakhir. Kini pemerintah Iraq sedang berjuang untuk membangun kembali wilayah-wilayah yang sempat dikuasai oleh ISIL, tentara pemberontak. Inilah yang membuat De Andres yakin gedung ini bakal dibangun, bahkan menyebut Basra kini sudah aman.

Sumber: CNBC dan DeZeen

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me