Aset Properti Dunia Lebih Besar Ketimbang Tambang Emas

Big Banner

Aset properti di seluruh dunia hingga 2015 lalu, totalnya mencapai 217 USD triliun. Angka ini menandakan bahwa nilai aset properti dunia 36 kali lebih besar dibanding nilai total pertambangan emas yang hanya mencapai 6 triliun USD.

Pun jika dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat, total nilai aset properti dunia lebih besar 12 kali. Total aset properti dunia juga 21 kali lebih besar ketimbang PDB China.

’’Bila dibandingkan dengan nilai hutang sekuritas yang mencapai 94 triliun USD, nilai aset properti dunia lebih besar 2,3 kalinya, dan 3,9 kali lebih besar dari nilai total ekuitas sebesar 55 triliun USD,’’ ungkap Konsultan Properti Global Savills, Yolande Barnes, seperti dilansir dari The Telegraph.

Savills melakukan penelitian khusus terkait aset properti dunia yang mencakup residensial, perkantoran, apartemen, lahan, perkebunan, dan perhotelan. Penilaian yang dilakukannya tidak termasuk toko, bengkel, dan tempat usaha kecil lainnya.

Baca juga: Genjot Industri Properti, Korsel Kembangkan Destinasi Wisata

Penelitian ini merupakan kali pertama yang menghitung nilai seluruh aset properti di dunia. Hasil penelitian dianggap penting untuk pertumbuhan ekonomi terutama di pasar negara berkembang.

’’Nilai properti secara global melebihi hampir sepertiga nilai total semua saham yang diperdagangkan dan instrumen hutang sekuritas bila disatukan. Properti sendiri memainkan peran penting di negara-negara di seluruh dunia,’’ kata Yolande Barnes yang juga bertindak sebagai Kepala Penelitian Dunia Savills.

Ia menambahkan, properti merupakan aset unggulan yang paling terpengaruh oleh kondisi moneter global. Hingga pada gilirannya, properti dalam skala besar memiliki dampak ekonomi nasional dan internasional.

Savills memperkirakan bahwa hampir sepertiga nilai pasar properti global siap diinvestasikan, sementara sisanya sebesar 145 triliun USD tidak diperdagangkan tetapi dimiliki oleh entitas kecil dan pengusaha.

Baca juga: Mengusir Faktor Penghalang Investasi Properti

Residensial porsi terbesarDalam laporan penelitian itu juga dicantumkan estimasi tingkat pertumbuhan dalam harga yang mencapai 1,77 persen per tahunnya. Angka itu didapat dari pertumbuhan nilai ’’saham layak investasi’’ properti yang diperdagangkan dengan nilai lebih dari 10 juta USD atau sekitar Rp136 miliar.

Saat ini nilai global properti residensial berada di angka 162 triliun USD atau 75 persen dari jumlah keseluruhan nilai properti global. Savills sendiri memperkirakan ada 2,5 miliar rumah di dunia dengan harga rata-rata 43.000 USD atau sekitar Rp586,6 juta.

Proporsi terbesar dari nilai residensial tersebut berada di China dan Hongkong yang secara total menyumbang 24 persen. Ini sekaligus merefleksikan hampir seperlima populasi dunia, tinggal di sana.

Sementara itu Amerika Utara yang hanya memiliki penduduk 5 persen dari total populasi dunia menyumbang lebih dari seperlima nilai aset total residensial secara global.

Dominasi Amerika Utara dalam aset kekayaan properti berada di pasar komersial. Hampir setengah dari nilai total aset properti komersial dunia ada di sana, diikuti Eropa dengan 28 persen, Amerika Latin 5 persen, dan sisanya gabungan dari Timur Tengah dan Afrika.

Laporan Savills menggarisbawahi bahwa penciptaan pasar properti komersial di beberapa wilayah tersebut, seperti di Asia, merepresentasikan adanya peluang pasar yang sangat potensial.

’’Jika kuantitas dan nilai pasar komersial di wilayah-wilayah tersebut mencapai rata-rata populasi per kepala saat ini, maka total nilai properti komersial dunia akan meningkat hingga 54 persen,’’ sebut laporan Savills.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me