Dana Tapera Rawan Dipermainkan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Jika tidak ada halangan pada Maret 2016 mendatang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan diberlakukan untuk pertama kalinya. Saat ini Tapera sedang dibahas pemerintah bersama DPR. Kendati masih dalam pembahasan kalangan DPR mengingatkan agar pengelolaan dana Tapera dilakukan secara transparan dan sesuai tujuannya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Karena potensi dananya sangat besar, dana kelolaan Tapera rawan dipermainkan.  Bakal banyak kalangan yang ngiler, apakah perbankan dan institusi bisnis lainnya, untuk memanfaatkan dana triliunan rupiah yang dikumpulkan dari pekerja. Pada tahun pertama dana yang dikumpulkan diperkirakan sebesar Rp6 triliun dari lima juta pekerja. Selanjutnya jumlahnya semakin besar dan pada tahun kelima akan terakumulasi lebih Rp50 triliun. Dana Tapera berasal dari iuran karyawan 3 persen dari gajinya. Iurang tersebut 2,5 persen dari kontribusi karyawan dan 0,5 persen dari pemberi kerja.

“Kita khawatir dana murah ini setelah diinvestasikan dan dikelola oleh Manager Investasi menjadi mahal sehingga keluar dari tujuannya sebagai dana murah untuk menjamin pembiayaan perumahan. Makanya harus dikelola oleh Badan Pengelola (BP) bersama bank kustodian untuk memperkuat tata kelola keuangan dan dipastikan tetap menjadi dana murah,” ujar Wakil Ketua Pansus RUU Tapera M. Misbakhun, usai diskusi Tapera di Jakarta, awal pekan ini.

Kekhawatiran yang sama dikemukakan Raharjo Adisusanto, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). SMF adalah perusahaan penerbit kontrak investasi kolektif (KIK) yang bersumber dari portofolio KPR perbankan. Menurutnya, dana besar Tapera ini jangan sampai dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan sepihak. Mendapatkannya dari Tapera murah tapi disalurkan atau dijual mahal oleh bank seperti menyalurkan dana komersial.

“Penggunaannya harus tepat untuk menjamin pembiayaan program sejuta rumah. (Contohnya) Seperti kami yang menerbitkan sekuritisasi aset KPR perbankan untuk disalurkan kembali ke pembiayaan perumahan, sehingga bank memiliki sumber dana lain untuk memperbesar portofolio KPR-nya,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me