HK Realtindo Bangun 731 Rumah di Bojongsari Depok

Big Banner

Depok – HK Realtindo (HKR), yang merupakan anak usaha dari PT Hutama Karya ‎(Persero) melaksanakan groundbreaking pembangunan komplek perumkiman terintegrasi Cendana Regency di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat pada Sabtu (6/2).

Dengan ‎rasa optimisme kondisi ekonomi Indonesia yang akan semakin membaik di pertengahan tahun 2016 ini, ‘Cendana Regency’ merupakan salah satu proyek terbaru yang terdiri dari 731 unit landed house dan ruko dengan segmen kalangan menengah.

Direktur Komersial HK Realtindo, Hendy Pagar Alam, mengatakan Cendana Regency merupakan kawasan residensial yang memiliki prospek sangat baik dan lokasi yang strategis terletak antara wilayah Sawangan, Parung, dan Bogor.

‎”Kita ingin terus membangun meski pada umumnya kondisi ekonomi belakangan ini masih kurang baik untuk mendukung pemenuhan program 1 juta rumah yang dicanangkan pemerintah, dan kami optimis pada triwulan ketiga ekonomi Indonesia semakin membaik,” ujar Hendy, Sabtu (6/2) siang di lokasi groundbreaking.

Menurutnya, sebelum ke tahap pembangunan, pihaknya sudah membentuk tim bersama konsultan, bahwa untuk wilayah Bogor, Depok, dan Tangerang‎ sudah memenuhi standar lampu hijau dan kuning‎.

“Jadi dari hasil analisa tim kami, pembangunan landed house masih menjadi prioritas dari trend pasar‎ di area ini, apalagi dengan program pemerintah yang sejalan untuk prioritas membangun infrastruktur di daerah serta pengembangan transportasi massal di kota besar,” lanjut Hendy.

Lokasi Cendana Regency H City Sawangan yang terletak di selatan Kota Jakarta, kedepannya juga akan semakin mudah diakses dengan proses pembangunan dua ruas tol, yakni Tol Depok-Antasari dan Tol Cinere-Jagorawi.

“Total investasi kita untuk pembangunan Cendana Regency yakni sebesar Rp 440 miliar, ‎dengan harga khusus saat ground breaking dimulai dari Rp 550 juta, yang harganya nanti berkembang sesuai tren pasar,” tambahnya.

Sementara itu, Imam Prabowo, Project Head Cendana Regency, menjelaskan Cendana Regency berdiri di lahan seluas 17 hektar yang akan dibangun 731 unit landed house dengan 3 tipe rumah (48/81, 51/105, dan 72/120) serta 24 unit ruko dan fasilitas pendukung.

Dari luas lahan 17 hektar itu nantinya akan terdiri dari dua bagian, lahan kosong 15 hektar yang akan dibangun perumahan dan ruko serta pendukung komersial lain.

Serta disediakan juga sebuah warehouse yang saat ini dalam proses pengembangan dan penjajakan yang akan dibuat pusat perbelanjaan dengan total luas 2,3 hektar.

“Untuk tipe 51 memang tidak dua tingkat, tapi kita buatkan plafonnya lebih tinggi sehingga sirkulasi udara lebih baik, selain itu‎ kita juga terus melakukan pengembangan dengan desain berwawasan lingkungan yang menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang hendak membeli rumah di Cendana Regency,” kata Imam.

Ia melanjutkan, setelah proses pembangunan ‎Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II, nilai aset di Cendana Regency diperkirakan dapat berkembang mengikuti nilai lahan disekitar kawasan tersebut dengan prediksi mencapai 35 persen peningkatannya.

“Hari ini kita sudah buka penjualan untuk 150 unit rumah landed house, setelah pembeli sudah memenuhi DP 30 persen‎, maka pembangunan segera dimulai yang akan didahului pembangunan infrastruktur terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk range harga, Imam menjelaskan landed house tipe 45 dibuka dengan harga Rp 550 juta, tipe 51 Rp 750 juta, ‎serta tipe 72 dimulai dari harga Rp 900 juta, sedangkan untuk rumah toko (ruko) dimulai dengan harga Rp 1,2 miliar.

Beberapa fasilitas yang sudah disiapkan HKR dalam komplek Cendana Regency, diantaranya yakni fasilitas publik, fasilitas olah raga, transportasi publik modern, kolam renang, aquatic pool (danau resapan), barbeque area, minimarket, accses card, keamanan 24 jam, transportasi dalam kawasan, dan tempat ibadah.

Memiliki lokasi yang strategis dekat dengan Universitas Indonesia, Cendana Regency berpotensi menjadi sunrise area karena memiliki akses langsung menuju kota Bogor, Depok, kawasan BSD, Tangerang dan Jakarta Selatan.

Suara Pembaruan

Carlos Roy Fajarta/FMB

Suara Pembaruan

beritasatu.com