Pengen Investasi Properti ? Ini Dia Kelemahannya

Big Banner

SolusiProperti.com – Perkembangan properti saat ini sangat banyak diminati oleh konsumen baik untuk investasi ataupun untuk tujuan ditempati. Tingginya permintaan konsumen terhadap properti khususnya rumah hunian dan Apartemen, menyebabkan investasi properti memang masih menjadi andalan sebagian kalangan masyarakat.

Masyarakat percaya bahwa investasi properti nggak mengenal kata depresiasi alias harga jual turun.Tapi tetap saja, yang namanya investasi selalu ada risiko dan kelemahan dibalik keuntungan yang ditawarkan. dengan kata lain: high risk high return.

 Apa bila anda berniat untuk berinvestasi di bidang properti ini, maka ada 8 hal yang perlu anda perhatikan sebelum memutuskan berinvestasi di bidang properti, yakni :

 1. Gelembung Properti

Dikenal juga dengan istilah property bubble. Hal ini ditandai dengan melonjaknya harga perumahan akibat meningkatnya permintaan dan spekulasi. Ibarat balon udara yang terus membesar, permintaan akan berhenti dan kelebihan pasokan akan membuat harga properti menurun. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada medio 2006, yang menyebabkan terjadinya resesi ekonomi dan berimbas pada perekonomian global.

2. Biaya Perawatan dan Asuransi

Properti juga perlu dirawat buat menjaga nilai investasinya. Rumah yang terawat tentu bakal menarik minat pembeli dan mendongkrak harga jualnya. Kita juga harus merogoh kocek buat membeli asuransi agar properti terlindung dari ancaman kebakaran atau bencana alam. Kalau properti tidak diasuransikan bisa-bisa malah akan menuai kerugian.

 3. Modal Besar

Tidak bisa dipungkiri investasi properti termasuk investasi padat modal alias memakan modal besar. Sehingga diperlukan persiapan matang sebelum terjun ke bisnis properti agar keuangan tidak tergerus.

 4. Lokasi

Pemilihan lokasi yang strategis sangat krusial dalam bisnis properti. Kalau lokasi tergolong jauh dan kurang strategis, bisa saja anda bakal mengalami kesulitan dalam memasarkan produk properti tersebut.  Sebelum mulai menginvestasikan uang tentu anda harus mempelajari dulu lokasi saat ini dan proyeksi dalam beberapa tahun ke depan.

 5. Kualitas Menurun

Ini berhubungan dengan poin kedua. Layaknya barang buatan manusia, kualitasnya pasti bakal menurun seiring waktu. Investasi properti menuntut pengawasan terhadap kualitas material. Kalau sejak  awal material bangunan yang digunakan tidak memenuhi standar yang layak, maka bukan mustahil dalam jangka waktu beberapa tahun kerusakan terjadi di sana-sini.

 6. Biaya Transaksi

Mengurus surat-surat dengan jasa notaris juga membutuhkan biaya yang lumayan besar. Investasi properti tidak hanya soal harga beli dan jual saja. Anda juga harus memperhatikan biaya-biaya lain seperti biaya notaris, biaya pengurusan izin dan surat-surat, dan lain-lain.

 7. Jangka Waktu

Investasi properti adalah

investasi jangka panjang, hal ini karena investasi ini tidak seliquid jenis investasi lain. Agar return yang diraih tinggi, paling tidak rumah bisa dijual dalam kurun 5 tahun. Tidak seperti menjual kacang goreng, menjual rumah memerlukan waktu dan proses negosiasi. 

 8. Status Tanah dan Bangunan

Menginvestasikan modal besar pada properti yang masih dalam status sengketa itu fatal. Selain membuang waktu untuk mengurus lewat notaris dan pengadilan, modal yang digelontorkan bakal tambah membengkak.  Memastikan bahwa properti yang diincar sudah sesuai aturan dan perizinan yang berlaku itu penting. Pastikan bahwa tanah dan bangunan sudah sesuai prosedur.

Maka jangan cuma tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan. Anda harus mempelajari dulu semua risiko dan kelemahan investasi properti. Persiapan matang sebelum berinvestasi di sektor properti itu sangatlah penting, karena modal yang dikeluarkan juga nggak bisa dibilang sedikit. (ebb)

 

solusiproperti.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me