Depok dan Bogor Juga Diserbu Apartemen

Big Banner

Jakarta – Bila Bekasi diserbu 30-an proyek, di kawasan Depok, Jawa Barat sedikitnya 20 proyek apartemen sedang bergulir saat ini. Tetangga Jakarta yang satu ini menjadi incaran para pengembang mengingat pertumbuhan penduduk dan ekonomi kawasan ini tergolong moncer.

Director Research & Advisory Cushman & Wakefield, Arief Rahardjo, pernah mengatakan, setelah Tangerang dan Bekasi, satu lagi kota penyangga Jakarta yang sibuk membangun apartemen adalah Depok, Jawa Barat. Inilah kawasan ketiga terbesar yang memasok apertemen di pinggiran Jakarta.

Di kawasan tersebut terdapat 20 proyek dengan kapasitas 9.912 unit apartemen. Dari jumlah itu sebesar 35 persen sudah terserap melalui pre-sales. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pasokan existing yang sebanyak 5.821 unit dengan tingkat serapan pasar sebesar 99,3 persen.

Memasuki tahun 2016, para pengembang di Depok berlomba-lomba menyasar segmen menengah di kisaran harga Rp 300-500 juta per unit. “Peluang di segmen menengah cukup besar,” kata Direktur Utama PT Menara Depok Asri (MDA), Alwi Bagir Mulachela, di Depok, beberapa waktu lalu.

MDA adalah pengembang proyek properti terpadu Pesona Square. Kini, proyek yang mulai dibangun akhir 2015 itu telah menjual satu menara apartemen. “Kami mulai membangun menara apartemen pertama pada Maret 2016. Kelak ada tiga menara apartemen dengan kapasitas 2.400 apartemen,” kata dia.

 

Terus Bermunculan

 

Di bagian barat Jakarta, yakni di kawasan Tangerang, serbuan proyek apartemen lebih gencar lagi. “Di Tangerang jumlah proyek apartemen yang masuk lebih banyak lagi, yakni sekitar 50-an proyek,” papar Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit, di Bekasi, belum lama ini.

Kini, setidaknya ada sejumlah proyek properti raksasa yang merangsek Tangerang. Sebut saja misalnya, Millenniumm Village yang digarap PT Lippo Karawaci Tbk dan K2 Park yang digarap PT Prioritas Land Indonesia. Tangerang menjadi magnet besar bagi para pengembang properti maupun para konsumen properti. Tak semata menarik pengembang lokal, kawasan ini juga diminati sejumlah para pengembang asing.

“Kawasan Alam Sutera ini memiliki lokasi yang strategis dan infrastruktur yang sudah lengkap. Kami yakin Alam Sutera ini menjadi pusat bisnis (central bussiness district/CBD) baru di kawasan barat Jakarta. Karena sudah banyak perkantoran di Alam Sutera,” ujar Presiden Direktur PT Brewin Mesa Development Bill Cheng, baru-baru ini.

Brewin adalah pengembang asal Singapura yang berniat menggarap proyek apartemen senilai Rp 1,3 triliun di Alam Sutera, Serpong, Tangerang. Brewin akan mengembangkan dua menara apartemen berkapasitas total 496 unit di atas lahan seluas 8.500 meter persegi (m2). Bill Cheng memastikan bahwa proyeknya dirancang dengan baik, dibangun tepat waktu, sesuai anggaran, dan kualitas yang baik.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com