Kawasan Superblok St Moritz Sangat Prospektif

Big Banner

Jakarta – Pesatnya pembangunan di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat, menjadikan wilayah ini semakin berkembang dan menjadi salah satu pusat bisnis dan niaga yang diincarkan oleh banyak kalangan. Terlebih, kalangan pengamat banyak menyatakan wilayah Puri Indah potensial berkembang menjadi kota baru.

Kawasan Puri Indah, banyak dianggap sebagai wilayah paling potensial karena didukung lokasinya yang strategis, sarana perkotaan yang lengkap, memiliki banyak akses jalan tol serta harga propertinya pun terus meningkat. Terlebih, kawasan Puri Indah berada di tengah-tengah kawasan pengembang besar seperti Lippo Group, Metropolitan Land, Agung Sedayu, dan Pondok Indah Group.

Mencermati kondisi yang ada, Direktur Commercial Agro Investama Group (perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit), Handoko Limaho, merasa tertarik untuk memiliki tempat tinggal di lokasi yang disebut banyak pihak bakal mejadi pusat hunian dan bisnis baru di koridor Barat Jakarta ini.

“Tahun 2014, saya putuskan mengambil unit hunian yang ada di St Moritz Penthouse dan Residence, dengan kondisi waktu itu saya mau menikah,” kata Handoko kepada Beritasatu.com.

Menyoal alasan dirinya memutuskan untuk mengambil hunan di proyek besutan Lippo ini, Handoko menyatakan, dirinya bersama calon istrinya, sudah melihat bermacam-macam lokasi hunian yang lain, mulai dari Tangerang, Serpong, Karawaci, dan Pluit.

“Namun, akhirnya kita lihat bahwa kawasan Puri ini sangat prospektif dan bagus, dengan akses yang cepat. Saya mau ke kantor yang ada di Karawaci juga mudah dan sangat leluasa. Trus, kalau istri mau ke gereja di tengah kota juga mudah. Bisa dikata, akses yang ada di sini sangat memudahkan,” kata peraih Young Marketer Award 2010 ini.

Lebih lanjut Handoko mengatakan, dirinya melihat bahwa kawasan Puri ini merupakan daerah properti yang bagus, karena memiliki pusat perbelanjaan (mal) Lippo Mal, fasilitas pendidikan (sekolah), dan rumah sakit yang sangat bagus.

“Untuk unit apartemennya sendiri, kita juga dapat yang the best. Kita kebetulan diberikan kesempatan oleh pihak Lippo untuk mengambil unit Penthouse. Unit ini memiliki pemandangan (view) yang luar biasa ke berbagai arah,” jelas ayah dari satu orang putera ini.

Untuk alasan lain, kata Handoko, dirinya sudah banyak mendengar bahwa Lippo sebagai pengembang memiliki nama yang bagus, dengan banyak proyek properti yang telah dikembangkan. Terlebih, lanjut dia, Lippo sendiri akan membangun banyak fasilitas yang melengkapi proyek properti yang ada di kawasan ini, mulai dari gedung perkantoran, sekolah, mal, rumah sakit.

“Saat tahu bahwa Lippo membangun di daerah sini, menurut kita jadi peluang investasi yang bagus. Makanya, kita putuskan untuk mengambil unit yang ada di Presidentsial Tower ini,” papar lulusan University of Salford, Inggris ini.

Handoko Limaho bersama Istri

Instrumen Investasi Jangka Panjang

Menurut Handoko, untuk instrumen investasi, properti tentunya harus dikaitkan dengan jangka panjang. Supaya value (nilai) dari investasi yang ditanamkan bisa naik, lanjut dia, sebagai konsumen tentunya harus mengetahui empat komponen penting.

“Pertama, harga pertama pas kita beli. Kedua, lokasi termasuk prasarana dan infrastruktur dan fasilitas yang ada disekitarnya. Ketiga, siapa yang membangun atau dalam artian pengembangnya. Keempat, timing atau waktu pembelian,” papar dia.

“Kalau kita kuasai keempat hal tersebut, investment yang kita beli juga pasti benar dan harganya pasti akan meningkat,” tambahnya.

Saat pertama kali memutuskan untuk mengambil unit hunian di St Moritz, lanjut Handoko, dirinya melihat kisaran harga jual yang ditawarkan oleh pihak Lippo sendiri masih relatif tidak terlalu mahal per meter perseginya, jika dibanding proyek lainnya.

“Kita saat itu happy banget, waktu diberikan kesempatan untuk memiliki unit yang ada di tower Presidentsial Suite ini. Apalagi, harganya juga relatif tidak terlalu,” ujarnya.

Selain harga yang terbilang masih terjangkau, lanjut Handoko, dirinya melihat bahwa lokasi proyek St Moritz ini berada sangat bagus dan banyak juga proyek lain yang akan dibangun di kawasan superblok flaghsip miliki Lippo ini. Terlebih, kata dia, Lippo sendiri merupakan pengembang yang memiliki nama besar dalam pengembang proyek kawasan superblok di tanah air.

“Dengan mengetahui siapa pengembang yang membangun proyek superblok ini, kita jadi yakin bahwa harga yang ada di tempat ini akan naik berkali lipat,” kata Handoko.

Menurutnya, saat mengambil unit Penthouse di menara Presidentsial Suite di tahun 2014, dirinya merasa saat itu merupakan timing yang paling pas dan cukup bagus kondisinya.

“Jadi, kalau misalnya kita mau melepas atau menyewakan unit yang ada, kita tinggal melihat timing yang bagus untuk bisa mendapat keuntungan maksimal dari properti yang kita miliki,” tambah Handoko.

Handoko juga memberikan tips untuk konsumen yang berminat memiliki unit properti dengan potensi nilai (value) yang akan meningkat di kemudian hari.

“Kalau kondisi market lesu, merupakan momentum yang paling pas untuk berburu atau mencari unit properti. Hal itu dikarenakan, harga jual yang ditawarkan memiliki potensi untuk naik berkali lipat saat kondisi market kembali bergairah,” tambahnya.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com