Persaingan 2016 Makin Sengit, BTN Optimistis Raup Laba 30%-40%

Big Banner

SEMARANG, jktproperty.com – Bank BTN mengungkapkan persaingan bisnis bank tahun ini akan semakin sengit menyusul diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Namun meski persaingan bertambah sengit, Bank BTN tetap optimistis dapat membukukan peningkatan laba 30%-40% tahun 2016 ini. Tahun lalu Bank BTN berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,85 triliun atau melonjak 62% dibanding perolehan 2014 yang sebesar Rp1,146 triliun.

“Tidak seperti tahun lalu dimana laba bersih bisa kita dongkrak hingga lebih 62%, tahun ini Bank BTN memangkas target pertumbuhan laba menjadi hanya 30%-40%. Kenapa lebih kecil, karena persaingan tahun ini sangat sengit, apalagi MEA sudah diberlakukan,” ujar Dirut Bank BTN Maryono kepada media di sela Rapat Kerja Bank BTN yang dihadiri seluruh komisaris dan direktur bank serta kepala cabang Bank BTN se-Indonesia di Semarang, Jateng, Sabtu (7/2).

Menurut Maryono, pencapaian kinerja perseroan yang cemerlang pada tahun lalu, selain diapresiasi oleh pemegang saham, respon positif juga diberikan oleh investor dengan kenaikan harga saham berkode BBTN tersebut. “Sehari setelah pengumuman kinerja, besoknya saham BTN naik menjadi Rp1.410.

“Apresiasi juga diberikan oleh Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Gatot Trihargo yang mengatakan bahwa BTN menjadi Bank BUMN berkinerja terbaik 2015,” katanya.

Lebih lanjut Maryono mengatakan salah satu target yang akan dicapai BTN tahun ini adalah pembiayaan perumahaan baik subsidi maupun nonsubsidi sebesar 600.000-700.000 unit. Target tersebut masuk dalam program pembiayaan sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Pada 2015, Bank BTN telah mengkontribusi 474.099 unit dalam program satu juta rumah ini. 2016, BTN menargetkan bisa 600.000-700.000 unit. Dia optimistis target tersebut akan tercapai, seiring banyaknya pengembang yang membangun rumah pada 2015 akan selesai tahun ini.

Selain itu, lanjut dia, promo bunga murah juga diyakini bisa mendongkrak pembiayaan rumah tahun ini. Rencananya perseroan akan menggelar BTN Properti Expo 2016 pada 13 Februari dengan penawaran bunga KPR spesial 6,6% fix selama satu tahun.

Dia juga menambahkan perseroan juga akan meningkatkan kerja sama dengan pengembang baik dari REI maupun Apersi. “Tahun ini kami akan perluas dengan pengembang yang ada di BPJS Ketenagakerjaan dan BUMN Karya,” tutur Maryono.

Menyinggung soal Raker BTN se-Indonesia, dia mengatakan bahwa ini merupakan momentum bagi perseroan meningkatkan kinerja tahun 2016. “Raker ini menjadi momentum meningkatkan kinerja. Kinerja 2015 sudah bagus, 2016 harus lebih bagus lagi. Ini menjadi momentum bagi karyawan dan karyawati untuk bekerja sesuai dengan target yang kita inginkan,” jelasnya.

Hingga 31 Desember 2015, Bank BTN membukukan pertumbuhan kredit sebesar Rp 138,95 triliun dari jumlah tersebut porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan komposisi 89,9% atau sebesar Rp 124,92 triliun. Sementara sisanya yang sebesar 10,10% atau sebesar Rp 14,02 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit nonperumahan. Untuk segmen KPR subsidi, perseroan masih menguasai pangsa pasar 98% dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014.

Pertumbuhan kredit tersebut juga ditopang dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan yang mencapai Rp128 triliun pada tahun 2015. Nilai tersebut tumbuh 19,97% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp106,7 triliun. Sedangkan NPL berhasil ditekan menjadi 3,42% (gross) turun dari NPL periode yang sama sebesar 4,01%. (DHP)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me