Kawasan Baru Banten yang Kini Diincar Pengembang

Big Banner

Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Provinsi Banten menyatakan pembangunan rumah bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) naik 52% menjadi 8 ribu unit pada tahun ini. Pada tahun lalu REI mampu merealisasikan pembangunan rumah bersubsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang mencapai 5.262 unit dengan total pembiayaan Rp441,1 miliar.

’’Target berpeluang bertambah dikarenakan pengembang mulai membidik kawasan baru untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan perlambatan ekonomi saat ini, praktis permintaan rumah baru akan meningkat,’’ ujar Ketua DPD REI Banten Soelaeman Soemawinta, beberapa waktu lalu, seperti di lansir dari bisnis.com

Baca juga: Tahun Ini Banyak Pengembang Sasar Kelas Menengah

Untuk sebaran rumah murah hingga kini masih berpusat di Kota Serang, Maja, Kabupaten Tangerang, dan Lebak. Dengan berkembangnya pusat industri dan pemerintahan, dirinya meyakini hal tersebut akan berdampak positif terhadap meningkatnya permintaan rumah murah di daerah tersebut.

Sejumlah pengembang pun dalam waktu dekat mulai mempersiapkan pembangunan rumah sebanyak 3 ribu unit di Maja, di Cikande 2 ribu unit, Kabupaten Tangerang sekitar 500 unit. Dari segi tanah, kawasan baru tersebut masih murah. Sementara harga tanah di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan sudah melonjak tajam, sehingga pembangunan rumah murah di dua wilayah tersebut sangat terbatas.

Baca juga: Pengembang asal China Bangun Apartemen di Serpong

Dalam membangun proyek hunian rumah tersebut, pihak REI mengaku masih terganjal oleh sejumlah regulasi, salah satunya adalah perizinan. ’

’Saat ini kami masih melakukan pola regulasi yang lama, untuk lahan di atas 25 hektar, proses perizinan sampai penerbitan Izin Mendirikan Bangunan membutuhkan waktu sekitar 27 bulan,’’ ujar Soelaeman. (Wit)

rumah123.com