Rusunawa Pekerja Ungaran Habiskan Rp 66 Miliar

Big Banner

Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghabiskan Rp 66 miliar untuk membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Pekerja, Ungaran, Semarang, Jawa tengah. Proyek tersebut dibangun dari satu tahun.

“Rusunawa ini dibangun diatas tanah milik Pemkab Semarang dengan nilai kontrak Rp 66 miliar,” ungkap Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementeriaan PUPR Syarif Burhanudin, dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa (9/2).

Menurut dia, rusunawa ini merupakan salah satu bangunan yang pemancangan tiang pertamanya (groundbreaking) dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada 29 April 2015. Proyek tersebut bagian dari program Sejuta Rumah.

Rusunawa Pekerja di Gedang Anak diresmikan Minggu (7/2). Dirjen Penyediaan Perumahan Kementeriaan PUPR Syarif Burhanudin mengatakan, Rusunawa tersebut terdiri atas dua menara berketinggian lima lantai. “Rusunawa ini diperuntukkan bagi buruh industri di kawasan sekitar lokasi rusunawa yang merupakan klaster kumuh padat penduduk dan padat bangunan dengan kualitas air minum dan sanitasi yang kurang baik,” kata dia, dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa (9/2).

Menurut dia, menara pertama merupakan menara dengan tipe unit 24 meter persegi untuk pekerja lajang dengan kapasitas 104 unit. Dimana setiap unit dapat diisi dua orang. Sedangkan tower II merupakan unit tipe luasan 36m2 dengan jumlah 66 unit diperuntukkan bagi keluarga dengan jumlah 4 orang anggota keluarga.

Rusunawa ini juga telah dilengkapi jaringan listrik dan air bersih, serta diisi perangkat mebeuler yang cukup dan memadai. Sehingga, kata Syarif, penghuni rusunawa tidak perlu menyediakan lagi perabotan sendiri mengingat sudah tersedia tempat tidur, lemari, serta meja dan kursi.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com