Rusunawa Butuh Dukungan Transportasi Memadai

Big Banner

Jakarta – Pengamat Institut Teknologi Sebelas Maret (ITS) Djoko Setijowarno, mengatakan, Rusunawa Buruh Gedanganak, Semarang, yang diresmikan Menteri PUPR dan Menteri Negara BUMN belum lengkap infrastrukturnya.

Pemerintah, menurut Djoko, seharusnya tidak hanya menyediakan akses jalan, tapi juga menyiapkan sarana transportasi umum terjadwal yang murah dan terjadwal. Transportasi itu mesti melewati tempat kerja, perbelanjaan dan pusat kota.

Pasalnya, kata dia, daya beli buruh tersebut belum mumpuni untuk membeli kendaraan pribadi. Selain itu, pendapatan bulanan mereka juga belum layak sehingga hanya bisa memenuhi kebutuhan pokok, belum termasuk biaya operasional kendaraan.

“Bupati Semarang periode 2016-2021 wajib menyediakan sarana transportasi umum hingga pedesaan dan kawasan perumahan sesuai amanah UU 22/2009 LLAJ,” katanya, saat dihubungi, Minggu (7/2).

Rusunawa Pekerja di Gedang Anak diresmikan Minggu (7/2). Dirjen Penyediaan Perumahan Kementeriaan PUPR Syarif Burhanudin mengatakan, Rusunawa tersebut terdiri atas dua menara berketinggian lima lantai. “Rusunawa ini diperuntukkan bagi buruh industri di kawasan sekitar lokasi rusunawa yang merupakan klaster kumuh padat penduduk dan padat bangunan dengan kualitas air minum dan sanitasi yang kurang baik,” kata dia, dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa (9/2).

Menurut dia, menara pertama merupakan menara dengan tipe unit 24 meter persegi untuk pekerja lajang dengan kapasitas 104 unit. Dimana setiap unit dapat diisi dua orang. Sedangkan tower II merupakan unit tipe luasan 36m2 dengan jumlah 66 unit diperuntukkan bagi keluarga dengan jumlah 4 orang anggota keluarga.

Investor Daily

Laila Ramdhini/EDO

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me