360 Rusunawa Pulogebang Selesai Dibangun

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengembang anggota Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta telah menyelesaikan pembangunan rumah susun sewa atau rusunawa di Pulogebang, Jakarta Timur. Rusunawa tersebut merupakan bagian dari penyelesaian kewajiban REI DKI atas program pembangunan rusunawa oleh Pemda DKI Jakarta.

“Ada 360 unit rusunawa yang telah selesai kami bangun dan proses serah terima kuncinya ke Dinas perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta juga sudah kami lakukan akhir tahun lalu,” ujar Amran Nukman, Ketua DPD REI DKI Jakarta, Senin (8/2/2016).

Amran menuturkan, penyerahan kunci tersebut dilakukan bertepatan dengan peresmian Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di lokasi rusunawa oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Saat ini rusunawa tersebut sudah dihuni, antara lain oleh warga gusuran dari kawasan Bukit Duri, Jakarta Timur.

Di tengah rusunawa itu saat ini sudah dibangun RPTRA lengkap dengan fasilitas olahraga, taman bermain, ruang kesehatan, dan ruang serba guna. RPTRA tersebut dibangun dari dana corporate social responsibility (CSR), salah satu pengembang anggota REI DKI, yaitu PT Summarecon Agung Tbk.

“Rusunawa Pulogebang memang realisasi dari kewajiban 18 pengembang anggota kami (REI DKI) yang memiliki Surat Izin Penunjukkan Tanah (SIPPT) dan pengembang yang terkena denda Surat Persetujuan Penunjukkan Penggunaan Lokasi/Lahan (SP3L) sebagaimana diatur dalam SK Gubernur DKI Jakarta No.540/1990 dan Pergub 1934/2002,” kata Amran.

Amran menambahkan, pihaknya mengapreasiasi dukungan dan kerjasama Pemda DKI atas rampungnya pembangunan rusunawa tersebut yang dikoordinir oleh DPD REI DKI Jakarta sejak 9 tahun lalu.

Ke depan, menurut dia, masih banyak pengembang REI DKI Jakarta yang berkomitmen untuk memenuhi kewajiban dengan pola serupa di Pulogebang. Kesamaan itu adalah kewajiban dikumpulkan, kemudian dibangun blok rusunawa di atas tanah milik Pemprov DKI Jakarta.

“Tapi kami masih menunggu pertemuan dengan biro terkait untuk melakukan verifikasi terhadap besaran kewajiban masing-masing pengembang,” ujarnya.

Prioritas

Sejak tahun lalu Pemerintah DKI Jakarta menargetkan membangun rusunawa di 15 lokasi di Jakarta. Lokasi dari kelima belas proyek tersebut meliputi rusunawa Kampung Bandan, Rusunawa Ujung Menteng, Rusunawa Rawa Buaya, Rusunawa Waduk Pluit dan rusunawa Wisma Atlet Kemayoran.

Adapun sisanya dibangun di 10 lokasi pasar tradisional‎ atau rusun terpadu. Rusun terpadu itu meliputi kawasan di Pasar Sunter, Pasar Cempaka Putih, Pasar Jembatan Besi, Pasar Sindang, Pasar Serdang, Pasar Grogol, Pasar Lontar Kebon Melati, Pasar Jelambar Polri, Pasar Sukapura dan Pasar Blok G Tanah Abang.

Rencannya rusunawa itu disiapkan untuk warga bantaran kali dan masyarakat pinggir rel kereta api. Pihak Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan rusunawa tersebut untuk warga yang tinggal, bekerja dan mengenyam pendidikan dekat dengan lokasi rusun.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me