Pemerintah Renovasi 14 “Venue” di Kompleks GBK

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Jelang Asian Games ke-18 yang akan dimulai pada Agustus 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) diberi tugas melakukan renovasi kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK) seluas 87 hektar di Jakarta.

Renovasi itu meliputi 14 venue di antaranya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tenis Indoor dan Outdoor, Gedung Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Hoki, Lapangan Panahan, Lapangan Sepakbola A/B/C, Stadion Renang, Istora Senayan, Lapangan Softball Pintu I, Lapangan Bulu Tangkis (Hall ABC), Gedung Bola Voli, Lapangan Softball Cemara III, dan Lapangan Bulu Tangkis.

Renovasi tempat pertandingan untuk kegiatan empat tahunan negara se-Asia itu rencannya dilakukan secara besar-besaran. Rencana itu akan mengubah seluruh area olahraga menggunakan teknologi yang ada saat ini. Namun, belakangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian PUPR cukup melakukan perubahan moderat pada 14 venue yang sudah ada.

“Dulu, awalnya kita maunya membuat kualitas lingkungan kompleks GBK yang baik dengan desain teknologi tahun 2016-2018. Namun, mengingat waktu terbatas karena harus selesai 2017, maka dipilih moderat dengan membuat kompleks bangunan seperti pada awal dibangun tahun 1962,” jelas Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Adjar Prajudi, di Jakarta, Rabu (10/2/2016).

Renovasi cukup besar itu akan dilakukan pada venue renang dengan target menjadikannya sebagai Aquatic Centre.

“Stadion renang akan dirombak total nanti jadi Aquatic Centre dan dibuat tertutup supaya menjadi standar Olympic Games. Sekarang ada 8 lines di sana, dan kita akan buat jadi 10 lines supaya sesuai standar,” papar Adjar.

Kementerian PUPR juga diminta untuk melakukan berbagai perbaikan sarana dan prasarana ruang luar bangunan kompleks olahraga GBK seperti gerbang, loket, pedestrian, tempat parkir, pagar, tempat duduk, toilet, penanda kawasan, food court, playground, outdoor gym, dan tempat sampah.

Selain tempat pertandingan, Kementerian PUPR juga ditugasi membangun perkampungan atlet di Kemayoran dan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Untuk rencana tersebut Kementerian PUPR akan bekerjasama dengan Perumnas untuk proyek pembangunan kampung atlet dan akan terlibat baik di Kemayoran maupun Jakabaring.

“Semuanya tunggu Kementerian PUPR, pokoknya nanti ada dari Perumnas dan dari Kementerian PUPR. Setelah digunakan oleh atlet nantinya bisa digunakan untuk masyarakat,” kata Direktur Perumnas, Himawan Arief Sugoto.

Nilai investasinya, menurut Himawan untuk di Jakabaring sebesar Rp 400 miliar, sementara untuk di Kemayoran pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian PUPR yang akan datang paling lambat pada Maret 2016.

properti.kompas.com