Perbatasan dan Pinggiran Indonesia Jadi Prioritas Pembangunan

Big Banner

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadikan kawasan perbatasan dan pinggiran Indonesia sebagai priorias pembangunan. Komitmen itu tertuang dalam perencanaan kewilayahan dan kerangka anggaran hingga 2019 pada Rencana Strategis Kementerian PUPR periode 2015 hingga 2019 .

Dikutip dari kompas.com, Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono menyatakan, pada 2016 kementeriannya akan melanjutkan penanganan jalan paralel. Prioritasnya bisa dimulai dari Temajuk, Sambas, Kalimantan Barat, sampai Sei Ular, Nunukan, dan Kalimantan Utara.

Baca juga: Pembangunan Kota Luar Jawa Harus Punya Ciri Khas

Pekerjaan jalan paralel Kalimantan Barat akan diteruskan hingga menembus Temajuk-Nanga Era, batas Kalimantan Timur. Pelebaran jalan menuju Pos Lintas Batas seperti di Aruk, Entikong, dan Nanga Badau, merupakan salah satu bentuk pelaksanaan penanganan akses perbatasan.

Menurut Basuki, Kementerian PUPR juga akan merekonstruksi ruas Jalan Sei Kelik-Siduk-Ketapang untuk mendukung Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) Ketapang dan Sail Karimata. Selain itu, ada juga penanganan sejumlah ruas jalan dan jembatan di kabupaten-kabupaten perbatasan yakni Sambas, Sanggau, Kapuas Hulu, maupun Bengkayang.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me