The iCities Conference Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan

Big Banner

The iCities Conference yang diadakan di Kuala Lumpur, April mendatang, akan fokus menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan. Juga bagaimana mengatasi pertumbuhan kota di Asia yang begitu cepat.

Berdasarkan data World Bank, sepanjang tahun 2000 hingga 2010, sejumlah 200 juta orang pindah ke daerah perkotaan. Mereka mencari kehidupan yang lebih baik di wilayah Asia Timur.

Sedangkan McKinsey mensinyalir pada 2030 populasi urban Asia Tenggara akan meningkat 90 juta orang. Di Indonesia, misalnya, sekitar 55 persen warganya tinggal di kota. Tengok saja Jakarta, dipadati oleh 28 juta orang.

Baca juga: iProperty Group Gelar The iCities Conference April Ini

Perkembangan yang sedemikian cepatnya membutuhkan pemahaman akan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan ahli perencanaan kota.

Populasi yang membanjiri wilayah perkotaan dalam waktu singkat menantang para pengembang dan penata kota. Mereka harus merencanakan dan mengembangkan pembangunan dengan baik.

Terhadap hal tersebut, mereka bukan hanya harus bertanggung jawab dan efisien, namun juga wajib memberikan kehidupan yang baik bagi para penghuninya. Dalam hal ini tantangan terbesar ada pada sektor infrastruktur.

Dua hal utama yang harus diperhatikan pada suatu kota adalah pengelolaan sampah dan kemacetan lalu lintasnya. Dua hal itu bukan hanya menjadikan bisnis menjadi lebih berat, tapi juga berakibat pada lingkungan hidup yang kurang berkualitas  bagi warganya.

Baca juga: Infrastruktur Kota Pintar di Indonesia Belum Maksimal

Sustainability sangat penting untuk industri real estate, terutama di Asia, di mana perkembangan kota baru bermunculan dengan cepat,” kata Singapore General Manager and Chief Business Development Officer iProperty Group, Sean Tan, di Singapura, Selasa (9/2) melalui siaran pers yang diterima rumah123.com.

Menurutnya, pembangunan perkotaan harus seimbang antara sisi profitabilitas dan kepraktisan. Dalam hal ini komitmen untuk membangun secara berkelanjutan merupakan keputusan bisnis yang sehat.  (Wit)

 

rumah123.com