Pasar Real Estat Indonesia Diprediksi Terus Bertumbuh

Big Banner

Jakarta – Mengacu pada laporan pasar real estate yang dirilis oleh situs properti global, Lamudi, Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terkuat ke-16 di dunia, disebutkan memiliki seluruh faktor penting yang diperlukan untuk menggapai pertumbuhan tinggi di sektor pasar real estate pada tahun-tahun mendatang.

Laporan pasar terbaru difokuskan pada kelas menengah yang tumbuh di Indonesia, yang diperkirakan akan mencapai 141 juta pada tahun 2020 dan demografi populasi muda sebagai alasan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan pada sektor properti dinegara ini. Selain itu, sektor properti pun berkontribusi terhadap 3,2 persen GDP Indonesia dengan prediksi pertumbuhan pasar sampai 30 miliar dolar pada tahun 2018.

“Meskipun terjadi penurunan dalam ekonomi global, Indonesia memiliki faktor positif yang cukup untuk melihat pertumbuhan sektor real estate pada 2016 dan seterusnya,” ujar Steven Ghoos, Managing Director Lamudi Indonesia, dalam siaran persnya, Sabtu (13/2).

Balikpapan mencatat kuartal tertinggi pada tingkat pertumbuhan, dengan Surabaya dan Bandung sebagai urutan kedua dan ketiga dengan perbandingan yang tipis. Lebih menggairahkan, Jakarta disebut sebagai pasar properti mewah yang tumbuh paling cepat di dunia dengan pertumbuhan harga sebesar 37,7 persen.

Meskipun menghadapi tantangan dan dilaporkan terdapat backlog 13,5 juta unit. Proyek sejuta rumah adalah sebuah skema untuk membantu mengurangi defisit kebutuhan perumahan. Konstruksi dimulai pada bulan April dan proyek ini direncanakan untuk segera selesai.

Laporan ini mengambil pandangan mendalam pada harga di pasar. Dalam hal harga apartemen, Jakarta dan Bali mengalami penurunan dari November 2014 sampai Mei 2015, di mana Banten, Jawa Timur dan Barat sedikit mengalami peningkatan.

Bisnis terus berkembang di Indonesia dan sebagai hasilnya, permintaan ruang komersial terus berlanjut. Di setiap
provinsi besar, jumlah ruang komersial meningkat dari November 2014 hingga Mei 2015. Ibukota Jawa Timur, Surabaya adalah alternatif populer untuk Jakarta bagi investor.

Harga rumah tetap relatif stabil sebagai konsekuensi dari perlambatan ekonomi yang dialami menjelang akhir 2015. Jawa Timur dan Banten terlihat mengalami sedikit peningkatan.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com