Pembangunan Sejuta Rumah, FLPP Skema Yang Ideal

Big Banner

SolusiProperti.com – Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah yang digulirkan pemerintah pada akhir April 2015 selain menarik para pengembang untuk berpartisipasi dalam merealisasikan pembangunan perumahan, juga sangat terkait dengan pembiayaan yang dibutuhkan sangat besar.  Dimana hal ini menyangkut penyaluran dana tersebut yang terkait dengan perbankan.

Untuk pendanaan yang disediakan bagi rumah murah dalam Program Nasional Pembangunan Satu Juta Rumah, terdiri dari beberapa skema pembiayaan antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB).

Eddy Ganefo yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengatakan di antara keduanya skema pembiayaan tersebut, FLPP dianggap paling baik dan lebih optimal dibandingkan dengan SSB.

“Dana FLPP yang ideal adalah Rp 60 triliun. Dana ini bisa membiayai sekitar 500.000 unit rumah,” ujar Eddy. Masalahnya dana FLPP tahun 2016 sudah habis, karena sudah dibayarkan pada 2015.

Kemudian sebagai gantinya, pemerintah memberikan SSB yang dinilai akan mencukupi kebutuhan dana Pembangunan Sejuta Rumah. Melalui skema SSB, bunga kredit untuk masyarakat tetap 5 persen. Selisih bunga komersial akan disubsidi pemerintah.

Menurut Eddy dari pengalaman tahun lalu, tidak ada bank selain Bank BTN yang mau memakai skema tersebut. Pasalnya, dengan SSB, bank harus memikul beban 100 persen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari masyarakat. Sementara dengan FLPP, bank hanya menanggung beban 10 persen.

Sehingga sangat diharapkan intervensi dari pemerintah, agar skema pembiayaan tetap menggunakan FLPP, karena lebih menarik untuk perbankan dibandingkan dengan SBB. (ebb)

 

solusiproperti.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me