Amankah Dana Investasi Real Estat ?

Big Banner

Jakarta,SolusiProperti.com-DIRE (Dana Investasi Real Estat) atau dalam bahasa inggris disebut REIT (Real Estate Investment Trust) merupakan sarana investasi yang memungkinkan penghimpunan dana dari masyarakat pemodal yang dikelola oleh sebuah perusahaan investasi untuk diinvestasikan pada aset real estat (properti), seperti tanah, bangunan, gedung, pusat belanja, dan lain-lain.

Jadi, dengan modal yang sedikit, para investor bisa berinvestasi di sektor properti. Investasi ini dilakukan secara langsung, dengan membeli sebuah gedung kemudian menyewakannya; atau tidak langsung, yakni dengan membeli saham atau obligasi perusahaan properti.

DIRE diwajibkan menginvestasikan setidaknya 80% dari dana yang dikelolanya ke sektor properti, dimana minimal 50% harus berbentuk aset properti langsung.

Sebagai sarana investasi, DIRE juga memiliki risiko. Lantaran bermain di sektor properti, maka kinerjanya sangat bergantung pada sektor properti.

Beberapa risiko yang bisa ditemui DIRE antara lain disebabkan penyewa yang gagal bayar, turunnya nilai properti, atau risiko likuiditas (karena menjual aset properti tidak semudah menjual aset di pasar modal).

Di Indonesia, DIRE tergolong sarana investasi baru yang secara hukum akan berbentuk KIK (Kontrak Investasi Kolektif). Kendati sama-sama berbentuk dengan KIK, DIRE berbeda dengan reksadana. Perbedaan ini terletak pada aturan dan komposisi portofolio. Pada reksadana, aset yang ada dalam portofolio berupa efek pasar modal, seperti saham, obligasi, dan deposito. Sementara pada DIRE, aset portofolionya mayoritas pada aset real estat.

DIRE Ciptadana merupakan DIRE KIK pertama di Indonesia  yang diluncurkan dengan fokus kepada aset ritel di Indonesia, sehingga berpotensi mendapat keuntungan dari pertumbuhan sektor ritel, properti, dan kelas menengah Indonesia.

Properti yang dijadikan aset dasar adalah Solo Grand Mall (SGM) di Solo, Jawa Tengah. Unit Penyertaan DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sejak 1 Agustus 2013 dengan kode XCID.

DIRE Ciptadana akan membayar dividen setiap tiga bulan sekali, minimal 90% dari laba bersih sesudah pajak sesuai dengan Tanggal Pembagian Hasil Investasi. Produk DIRE milik Ciptadana mengenakan management fee sebesar 0,3% per tahun dan performance fee sekitar 3% dari property net income.

Melalui paket kebijakan kelimanya, Pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai penghapusan pajak berganda saat pembelian aset dan pembagian dividen pada DIRE. Dengan aturan baru ini, Pemerintah membebaskan dividen yang diterima oleh perusahaan khusus atau Special Purpose Company (SPC) pengelola DIRE dari kewajiban pajak penghasilan (PPh). SPC sendiri merupakan perusahaan yang 99,9% sahamnya dimiliki secara kolektif dengan modal berasal dari dana masyarakat pemodal (DIRE).

Dengan regulasi tersebut, Pemerintah bermaksud mendorong produk pasar modal seperti DIRE bisa berkembang lebih banyak, sehingga akan mendorong pertumbuhan pada sektor infrastruktur dan real estat di Tanah Air.

solusiproperti.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me