Investasi Superblok Meisterstadt Batam Rp 15 T

Big Banner

Jakarta – Meisterstadt (Master City) Batam menjadi produk properti superblok terbesar pertama di Batam yang dikembangkan oleh PT Pollux Habibie International. Megaproyek superblok ini bakal menjadi ikon baru Kota Batam yang menghabiskan investasi Rp 15 triliun.

“Meisterstadt Batam menjadi superblok terbesar di Batam saat ini. Proyek ini bakal menjadi ikon dan wajah baru dari Kota Batam, yang dekat dengan Singapura,” kata Presiden Komisaris Pollux Habibie International, Ilham Akbar Habibie dalam acara CEO Talk di kantor Beritasatu Plaza, Jakarta, Jumat (12/2). CEO Talk ini akan ditayangkan oleh Berita Satu News Channel, Rabu (17/2) pukul 20.30 WIB.

Superblok Meisterstadt Batam dikembangkan oleh Pollux Habibie International yang merupakan perusahaan patungan antara Pollux Properties dengan keluarga besar Habibie dengan komposisi 51 persen dimiliki Pollux dan 49 persen oleh keluarga Habibie.
Proyek dengan konsep superblok ini dibangun di atas lahan seluas 9 hektare dan mencakup 11 menara. Di dalamnya terdapat 8 menara apartemen sebanyak 6.500 unit, kondominium hotel (kondotel), rumah sakit internasional, mal, pertokoan serta perkantoran dengan ketinggian 100 lantai yang saat ini masih dalam proses desain.

Meisterstadt menawarkan sebuah konsep kelengkapan fasilitas dapat diperoleh dengan mudah, sebuah kota dalam kota dihadirkan di dalamnya.

“Meisterstadt Batam ini sebuah superblok yang terbesar saat ini di Batam yang menggabungkan hunian, komersial, perkantoran dan rumah sakit dibangun dalam satu kawasan,” kata Ilham.

Meisterstadt Batam berlokasi strategis tepat di jantung Kota Batam yang merupakan daerah yang memiliki nilai investasi paling baik di Batam, dikelilingi pusat sarana transportasi seperti Hang Nadim International Airport, Batam Center Ferry Terminal, dan Distrik Nagoya.

Ilham mengatakan, Meisterstadt Batam ini mengacu standar kemajuan Jerman yang dapat dilihat pada bangunannya, di antaranya terdapat pada perkantoran dan rumah sakit. “Proyek ini merupakan hasil dari visi Habibie untuk menciptakan integrated vertical city yang terinspirasi dari standar kemajuan negara Jerman,” kata Ilham.

Meisterstadt mewakili sebuah pemikiran maju dengan pendekatan untuk memperluas urban landscape di Batam dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup peduduknya agar sesuai dengan standar komunitas internasional.

Ilham mengatakan, Batam merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang angka pertumbuhan penduduknya cukup pesat dan saat ini mencapai 1,5 juta jiwa, terpaut sedikit dengan Singapura yang sudah mencapai 5 juta jiwa. Dengan lokasi yang strategis dan merupakan penghubung negara-negara Asia Tenggara. Kehadiran dari Meisterstadt diharapkan dapat lebih meningkatkan area Batam sebagai salah satu pusat ekonomi baru Indonesia.

“Kami yakin dengan adanya Meisterstadt ini, wajah Batam ke depan akan berubah. Apalagi infrastruktur Batam ini cukup baik dibandingkan daerah lain,” kata dia.

Sambutan Positif
Ilham mengatakan sejak launching pada akhir Januari lalu, fase I apartemen menara 1 dan 2 sudah hampir terjual seluruhnya atau sekitar 80 persen lebih dengan total unit 1.575 unit.

“Bahkan sekarang ini sudah ada pemesanan untuk menara berikutnya. Artinya permintaan hunian di Batam cukup baik,” katanya. 

Seperti diketahui, Meisterstadt dibangun dalam 4 fase, di mana pada fase pertama akan menjual VVIP Pass Phase 1, yakni apartemen menara 1 dan menara 2 dengan total 1.575 unit, termasuk ruko sebanyak 113 unit. Ada tiga tipe unit apartemen yang ditawarkan, yakni tipe one bedroom dengan total luas 24,82 meter persegi (m2), one bedroom plus seluas 42,51 m2, dan tipe two bedroom seluas 51,59 m2.

“Pembeli apartemen di Meisterstadt Batam ini masih berasal dari Indonesia, dan juga banyak dari warga negara asing (WNA). Sekarang kami sedang melakukan proses legalnya,” kata dia.

Ilham mengatakan, salah satu kesuksesan dari superblok ini yakni mendesain hunian sesuai kebutuhan pasar dan konsumen. Apalagi Batam adalah wilayah yang dekat dengan Singapura. Banyak perusahaan Singapura, seperti galangan kapal, juga ada di kawasan Batam dan ini menjadi peluang dan pasar dari Meisterstadt.

Setelah sukses menjual fase pertama, Pollux Habibie Internasional berencana memulai groundbreaking fase kedua pada pertengahan tahun ini dan diperkirakan selesai pada 2019. Keseluruhan proyek bakal tuntas pada 2024.

“Secara keseluruhan kita selesaikan proyek ini sampai akhir tahun 2024 dengan nilai investasi sebesar Rp 15 triliun,” katanya.

Sebelumnya, Pollux Habibie International menggandeng 8 bank nasional untuk memfasilitasi kredit kepemilikan apartemen (KPA) untuk proyek Meisterstadt Batam. Kerja sama dengan perbankan ini guna mempermudah konsumen membeli produk Pollux di Meisterstadt Batam.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan 8 bank untuk bekerja sama dalam memfasilitasi proyek kami,” katanya.

Delapan bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Maybank, MNC Bank, Artha Graha, dan OCBC NISP.

Investor Daily

Imam Muzakir/AB

Investor Daily

beritasatu.com