Pertumbuhan Harga Rumah di Batam Tertinggi di Indonesia

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Survei properti residensial Bank Indonesia mengungkapkan bahwa kenaikan harga rumah di Batam, Kepulauan Riau, tercatat paling tinggi se-Indonesia secara tahunan atau year on year (YoY) sepanjang kuartal IV-2014 hingga kuartal IV-2015. Pertumbuhan harga rumah di Batam periode tersebut mencapai sebesar 17,77%.

Selain Batam, Makassar juga tercatat mengalami pertumbuhan harga rumah tertinggi kedua, dimana pada periode tersebut harga rumah di Makassar mengalami kenaikan sebesar 13,12%. Sementara kenaikan harga rumah terendah terjadi di Denpasar, Bali dengan angka 1,38%.

BI menjelaskan, secara umum harga properti residensial mengalami kenaikan yang melambat. Pertumbuhan harga properti residensial secara tahunan tercatat hanya sebesar 4,62%. Angka tersebut melambat dibandingkan 5,46 persen pada triwulan III-2015 dan 6,29% pada triwulan IV-2014.

Dilihat berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga rumah terendah terjadi pada rumah tipe besar yakni 3,10%. Sementara rumah tipe kecil mengalami kenaikan harga paling tinggi 6,80%. Berdasarkan wilayah, sementara kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di Batam 17,77% dan Makassar 13,12%.

Demikian halnya dengan kinerja harga properti residensial secara triwulanan. Pada triwulan IV-2015 indeks harga properti residensial berada pada level 190,02 atau tumbuh tipis hanya 0,73%. Catatan ini melambat 0,99% dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Secara triwulanan, perlambatan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe besar. Hasil survei mengindikasikan kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah dengan pergerakan terendah pada rumah tipe besar yakni 0,38%.

Dibandingkan tipe lainnya, rumah tipe kecil mengalami kenaikan harga tertinggi yakni 1,04% secara triwulanan. Berdasarkan wilayah, Medan mengalami peningkatan harga tertinggi yaitu sebesar 3,21% secara kuartalan diikuti Bandar Lampung 2,38%. Kedua kota tersebut mengalami kenaikan harga tertinggi untuk rumah tipe kecil, masing-masing sebesar 4,23% dan 6,55%. Sementara itu, kenaikan harga rumah terendah terjadi di Pontianak 0,21%. (EKA)

jktproperty.com