2016, Properti Menengah Atas Sulsel akan Tumbuh Pesat

Big Banner

Industri properti Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi akan tumbuh dua kali lipat di kelas menengah ke atas pada tahun ini. Dengan kata lain, pertumbuhan akan mencapai 10 % dibandingkan dengan  2015 lalu.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh perbaikan kondisi ekonomi, baik nasional maupun global. Hal itu menumbuhkan rasa percaya diri untuk kembali berinvestasi.

Baca juga: Kredit Naik 15 Persen, Picu Pertumbuhan Properti di 2016

Mengutip bisnis.com, Ketua DPD Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan M. Arief Mone menyatakan optimistis dapat menjual lebih dari 15 ribu unit rumah non-subsidi sepanjang tahun ini.

“Di awal tahun ini pasar kelas menengah ke atas sudah mulai bergairah, karena sebenarnya selama ini mereka punya uang tetapi lebih memilih deposito ketimbang investasi,” ujarnya di Makassar, belum lama ini. Menurut Arief, masyarakat di sini sudah tidak wait and see dan siap menginvestasikan uangnya pada produk properti.

Arief menambahkan, tiga tahun terakhir pertumbuhan properti di Sulsel maksimal hanya menyentuh angka 5%. Pertumbuhan tersebut bisa dikatan melambat karena tertekan kebijakan pengetatan uang muka loan to value Bank Indonesia. Hal tersebut turut diperparah dengan adanya gonjang-ganjing kondisi moneter dalam negeri.

Baca juga: 2016, Momentum Tepat Beli Properti

Realisasi pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup baik dan ekonomi Sulsel yang selalu di atas rata-rata nasional, menjadi sinyal positif bagi bisnis properti di kawasan ini. Beberapa proyek infrastruktur milik Pemerintah Provinsi pun sudah mulai berjalan, hal ini dapat memuluskan dan mempercepat pembangunan dan pengembangan wilayah tersebut.

Wilayah utama pengembangan properti di Sulawesi kini masih berpusat di kawasan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar atau kawasan Kota Metropolitan Mamminasata. Arief berpendapat lahan Makassar yang sudah mulai padat membuat pengembang bergeser ke wilayah penyangga di sekitarnya. (Wit)

rumah123.com