Permintaan Hunian Kelas Menengah Masih Tinggi

Big Banner

Peluang pasar residensial masih terbuka lebar. Hal tersebut mengacu pada perkembangan pasar properti dalam lima tahun terakhir yang semakin bertambah, utamanya untuk hunian kelas menengah.

Pasar segmen menengah sangat bergantung pada regulasi pemerintah, khususnya menyangkut kemudahan pembiayaan, semisal fasilitas uang muka terjangkau.

Baca juga: Gunung Putri Square Sisakan 10 Persen Unit

Ketua Kehormatan DPP Real Estat Indonesia (REI) Setyo Maharso, mengungkapkan, PDB perkapita atau pendapatan rata-rata penduduk kelas menengah Indonesia, setiap tahun meningkat drastis dari Rp35 juta pada 2010 menjadi Rp 59 juta pada 2015.

’’Artinya, kalau daya beli masyarakat naik karena pendapatan perkapitanya terangkat, maka ekonomi akan berjalan. Pertumbuhan kelas menengah inilah yang menjadi kekuatan besar bagi industri properti nasional,’’ ujar Setyo, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Melalui IPE 2016, BTN Targetkan Transaksi Rp2 Triliun

Gencarnya pembangunan infrastruktur juga menjadi pendorong geliat pasar properti. Itu juga yang menyebabkan tumbuhnya daerah pengembangan baru.

Tak lupa Setyo mengingatkan, pembangunan infrastruktur juga bisa menjadi penghambat pembangunan properti di segmen menengah bawah. Terlebih jika tidak ada upaya pengendalian harga tanah. (Ing)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me