3 Tantangan Infrastruktur yang Dihadapi Indonesia

Big Banner

Menurut KPPIP (Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas), Indonesia bisa saja menjadi high income country atau negara dengan penghasilan yang tinggi. Hanya saja, infrastruktur masih menjadi kendala yang paling besar.

Menurut data, perekonomian Indonesia masuk dalam 16 besar dengan PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai USD 1 triliun (sekitar Rp 13.478 triliun). Bahkan, berdasarkan kajian dari Goldman Sachs Global Invesment Research, pendapatan perkapita Indonesia akan meningkat jadi USD 14.900 pada tahun 2025 (Rp 201 juta), atau nomor 12 di dunia dan termasuk dalam jajaran ‘High Income Country’.

Bukan tanpa alasan, sumber daya alam yang melimpah, lokasi strategis, serta jumlah penduduk yang besar baik dari segi tenaga kerja maupun pasar membuat potensi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia bisa terwujud.

BACA JUGA : AGAR HUNIAN TETAP LAKU SAAT PASAR LESU

Namun, ada beberapa tantangan besar terkait infrastruktur yang masih harus dibenahi. Bahkan, Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua KPPIP mengatakan bahwa rektifikasi Indonesia berada diangka 84 persen, atau masih di bawah negara tetangga lain.

“Filipina dan Thailand contohnya, angka rektifikasi mereka mendekati 100 persen. Jika diasumsikan, waktu tempuh kita lebih lama dua kali lipat. Untuk meningkatkan perekonomian, mendorong pembangunan infrastruktur lebih memungkinkan,” terangnya kepada tim Rumahku.com saat acara ‘Infrastucture Outlook 2016’ di Hotel Borobudur Jakarta.
 
Lantas, apa saja tantangan-tantangan yang perlu dihadapi oleh Indonesia?

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me