Proyeksi BI Untuk Kenaikan Harga Rumah di Tahun 2016

Big Banner

Harga properti residensial di Indonesia berdasarkan survey Bnak Indonesia terus meningkat namun kenaikan harga tersebut cenderung menurun dalam 3 bulan terakhir tahun 2015 lalu. BI melihat pertumbuhan kenaikan harga rumah tersebut menurun  baik secara triwulanan maupun tahunan, yakni masing-masing sebesar 0,73% (qtq) dan 4,62% (yoy).

Namun untuk tahun 2016, BI perkirakan masih akan terjadi kenaikan harga dengan tingkat pertumbuhan yang semakin menurun dari tahun 2015 lalu. Faktor utama kenaikan harga rumah di tanah air masih dipicu oleh  kenaikan harga bahan bangunan (31,76%) dan upah pekerja (23,79%). Dari survey BI, Indeks Harga Properti pada pada Triwulan IV-2015 berada di level 190,02 atau tumbuh 0,73% (qtq).

BI-rumahSumber: Bank Indonesia

Jika dilihat berdasarkan tipe rumah, maka kenaikan harga yang melambat ini terutama terjadi pada penjualan rumah tipe besar (0,38%, qtq). Jika dilihat berdasarkan wilayah maka di daerah Pontianak – Kalbar dan sekitarnya mengalami kenaikan harga terendah yaitu sebesar 0,21% (qtq).

Selain itu BI juga melihat terjadi penurunan pertumbuhan penjualan properti residensial, yaitu sebesar 6,02% (qtq) lebih rendah dibandingkan pada triwulan III-2015 yaitu sebesar 7,66% (qtq) dan 40,07% (qtq) pada periode yang sama tahun 2014. Perlambatan penjualan properti terutama terjadi pada rumah bertipe besar.

Perlambatan penjualan properti juga tercermin dari melambatnya penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) pada triwulan IV-2015 sebesar 1,17% (qtq). Meskipun demikian pembangunan KPR masih menjadi sumber pembiayaan dominan bagi konsumen dalam pembelian properti residensial dengan suku bunga rata-rata antara 9% sd 12%. 

 

Perkiraan Perkembangan Harga Properti Residensial 2016

Kenaikan harga property residensial yang melambat diperkirakan berlanjut pada triwulan I-2016, IHPR secara triwulanan mengalami kenaikan 0,44% dimana angka ini lebih kecil dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang berada di level 0,73%. 

 

 

Emy Trimahanani/VMN/VBN/Senior Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang 

 

 

 

 

 

 

 

 

vibiznews.com